Disebut Kabupaten Bogor Memiliki Frekuensi Becana Tertinggi Nasional, Ini Tanggapan PLT Bupati Bogor

Disebut Kabupaten Bogor Memiliki Frekuensi Becana Tertinggi Nasional, Ini Tanggapan PLT Bupati Bogor
Petugas gabungan saat mencari korban longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. (Foto: Sandika Fadilah/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JabarEkspres.com, BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki frekuensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor tertinggi di Indonesia.

Dari data yang dikeluarkan BNPB pada 2021, bencana hidrometeorologi memang mendominasi kawasan Jabodetabek.

“Kabupaten Bogor ini adalah dengan frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi paling tinggi di Indonesia, tidak hanya di Jabodetabek,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga:Camat Bogor Timur ‘Ngegas’ Sesalkan Proyek Pedestrian di Wilayahnya Morat-maritPolisi Selidiki Laporan Pembuatan Konten Horor 10 YouTuber tanpa Izin di Bandung

Kabupaten Bogor tercatat sebanyak 181 kejadian, dibandingkan Jakarta Timur sebanyak 75 kejadian, dan Jakarta Selatan 57 kejadian.

Menanggapi hal itu, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan Kabupaten Bogor menjadi angka tertinggi dikarenakan cuaca di Bogor Sedang mengalami cuaca ekstrem seperti, hujan, badai dan angin

“Kita tahu di wilayah Bogor Barat dan Timur secara geologis hasil kaji dari geofisika itu rentan terhadap potensi bencana. Kita kan tidak bisa menghindar, Itu salah satu yang menjadikannya rutin setiap tahun kalau ada banjir dan terjadi longsor,” kata Iwan Setiawan kepada Jabar Ekspres, Selasa, 11 Oktober 2022.

Selain itu intensitas hujan di Kabupaten Bogor berbeda dengan daerah lainya, serta resapan air di hulu Sungai Ciliwung menjadi faktor penyebab adanya bencana.

“Kita intinya di pemda bogor mengantisipasi desa tanggap bencana dan juga bagaimana penataan ulang untuk menghindari adanya longsor, banjir,” tungkasnya

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mencatat sejumlah wilayah mengalami bencana alam di hari yang sama, Minggu, 9 Oktober 2022 kemarin.

Hal itu disampaikan oleh Staff Kedarutan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin mejelaskan sedikitnya ada tujuh kecamatan yang terkena bencana.

Baca Juga:KontraS Sebut Tragedi Kanjuruhan sebagai ‘Pembunuhan Sistematis’, Aparat Jadi SorotanTiga Partai Ini Memburu Cawapres untuk Mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

“Ada tujuh kecamatan diantaranya Kecamatan Gunung Sindur, Rumpin, Leuwiliang, Sukaraja, Megamendung, Cisarua, dan Caringin yang mengalami bencana banjir dan longsor,” ujar Jalaludin.

Di wilayah Kecamatan Gunung Sindur,terjadi tanah longsor di Desa Rawa Kalong sekira pukul 17.00 WIB. Kecamatam Rumpin, tepatnya di Desa Rabak terjadi angin kencang pada pukul 15.30 WIB dan di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Desa Karacak terjadi tanah longsor sekira pukul 17.00 WIB.

0 Komentar