Gas Air Mata di Kanjuruhan Melanggar Aturan FIFA, Mahfud MD: Kalau Tidak Pakai Gas Air Mata Aparat Kewalahan

Editor:

Jabarekspres.com –  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan alasan polisi menggunakan gas air mata kepada penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Mahfud mengatakan penggunaan gas air mata digunakan untuk mengusir supporter karena beberapa dari mereka mencoba masuk ke  lapangan untuk mengejar para pemain.

Sebagaimana diatur dalam Bab III Peraturan FIFA dan Pasal 19 tentang Steward di pinggir lapangan, diakui bahwa gas air mata tidak boleh digunakan untuk menekan kerumunan di pertandingan sepak bola.

Menurut Mahfud, penggunaan gas air mata pada pertandingan tersebut semata-mata karena penonton mengejar pemain sepakbola

Sekitar 2.000 orang muncul untuk mengejar pemain dari Arema FC dan Persebaya, kata Mahhud. Sehingga polisi menggunakan gas air mata untuk membuat situasi kembali normal.

Diutip dari detik.com minggu (2/10/2022) “Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan,” ujar Mahfud MD

Mahfud menjelaskan, Tindakan aparat di Malang akan dievaluasi ke untuk ke depannya. Ia pun berjanji akan mencari tahu peristiwa di balik tragedi Kanjuruhan ini.

“Dalam jangka panjang, kami akan mengevaluasi kejadian ini, sesungguhnya di balik ini ada apa” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *