Suporter di Bogor Gelar Aksi 1000 lilin dan Doa Bersama untuk Korban di Malang

JabarEkspres.com, BOGOR – Ribuan suporter sepak bola mendatangi Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 2 Oktober 2022. Kedatangan kali ini bukanlah untuk mendukung tim kesayangannya bertanding.

Akan tetapi, mereka datang untuk merapatkan barisan memanjatkan doa dan menyalakan seribu lilin untuk para korban dalam Tragedi Kanjuruhan kemarin.

Aksi tersebut dilakukan untuk menghormati kawan-kawan Aremania yang menjadi korban atas kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin. Sebanyak sekitar 125 orang menjadi korban dalam laga BRI Liga 1 antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya.

Ketua Umum Kabo Mania (pendukung Persikabo Bogor) Heri Khaeruman mengatakan, kedatangan para suporter ini untuk memberikan rasa empati serta mendoakan para korban kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Aksi ini kami lakukan untuk memberikan rasa empati terhadap kejadian di Kanjuruhan, Malang, semoga itu kejadian yang terakhir dan tidak terulang kembali,” kata Heri kepada Jabar Ekspres.

Adapun suporter lain yang turut hadir dalam aksi penyalaan seribu lilin itu di antaranya Kabomania, UPCS Persikabo, PAS 1973, Militan Persikabo, La Grande Indonesia, The Jack Mania, Bobotoh dan Viking.

“Bogor itu sangat luas dan tidak semuanya mendukung Persikabo. Berbeda dukungan. Tapi, alhamdulillah di aksi ini semuanya hadir saling dewasa tanpa adanya perbedaan,” tambahnya.

Heri Khaeruman menambahkan, Harus adanya evaluasi di dalam sepak bola Indonesia mulai dari pendewasaan suporter, penyelenggaraan pertandingan dan petugas keamanan.

“Semuanya harus dievaluasi, karena sejatinya rivalitas sepak bola itu hanya 90 menit. Di luar itu, semuanya saudara, (sama-sama) warga negara Indonesia. Kalah menang dalam pertandingan sudah biasa,” lanjutnya.

Heri pun meminta pihak penyelenggara pertandingan agar tidak ada jadwal pertandingan sepak bola bola pada jam malam sehingga rawan akan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan juga petugas kemanan agar menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP ) ketika mengamankan pertandingan sepak bola.

“Harapan ke depanya pesepakbolaan Indonesia semakin baik, liganya baik, operatornya baik, dan mohon jangan ada pertandingan malam, dan yang penting semoga tidak ada korban selanjutnya, dan Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” pungkasnya.*** (SFR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan