Dua Tahun Urus Covid-19, PAPDI Bogor kini Fokus Cegah dan Tangani Penyakit Degeneratif

Dua Tahun Urus Covid-19, PAPDI Bogor kini Fokus Cegah dan Tangani Penyakit Degeneratif
Para pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bogor bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (Foto:Yudha Prananda/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Pertemuan ini seharusnya dilaksanakan setahun sekali, namun sejak pandemi ini baru kali pertama dilaksanakan. Pernah dilaksanakan secara online tapi beberapa teman mengatakan kurang hidup suasana diskusinya,” tuturnya.

Ia menerangkan, sesuai tema “Holistic Management of Internal Medicine in New Era”, pembahasan dilakukan secara menyeluruh baik psikis, fisik dan lingkungan semua harus ditangani kasus per kasus. Termasuk membahas penyakit degeneratif seperti yang disampaikan oleh wakil wali kota Bogor.

“Jadi selama 2 tahun ini kita sudah disibukkan dengan penyakit infeksi, Covid-19 dan lain-lain, tapi ternyata penyakit degeneratif tidak berhenti di situ saja, tetap berproses, apalagi kalau ada infeksi, perburukkan atau percepatan komplikasi bisa timbul lebih dini,” jelasnya.

Baca Juga:Gandis Kecil Ingin Menjadi Dokter, Asa Penjual Risoles di Depan Minimarket BatujajarImbas Harga BBM Naik, Pedagang Kecil Menjerit!

Dalam PIT XI yang berlangsung selama dua hari mulai 24 sampai 25 September 2022 diikuti oleh kurang lebih 600 peserta. Acara ini juga diramaikan sejumlah stand pameran dari mitra kerja farmasi, alat kesehatan dan rumah sakit serta pelaku UMKM.

Di forum pertemuan ini, pihaknya juga akan membahas kerja sama dengan Dinas Kesehatan serta BPJS Kesehatan tentang pencegahan penyakit degeneratif dan peningkatan pengetahuan para dokter spesialis penyakit dalam.

Kami sendiri dari profesi selalu berusaha melakukan komunikasi dengan Dinkes masuk dalam koordinasi pencegahan beberapa penyakit apakah itu diabetes, terutama dalam hal meng-upgrade knowledge dari dokter-dokter yang bekerja di Bogor, sehingga ilmu mereka ilmu yang baru karena setiap tahun ada perubahan mengenai penatalaksanaan pasien dan juga obat-obatan,” tukasnya.*** (YUD)

0 Komentar