Bjorka Ungkap Siapa Pembunuh Aktivis HAM Ini, Ada Keterlibatan Kopassus hingga BIN

Editor:

JabarEkspres.com – Bjorka tengah menjadi perbicangan jagat media sosial Twitter.

Ia diduga telah melakukan aksi peretasan terhadap lembaga-lembaga pemerintahan resmi Indonesia.

Selain itu, Bjorka juga diduga telah melakukan ekspos data-data penting milik tokoh nasional.

Aksi Bjorka yang terbaru adalah memberikan satu nama yang diduga merupakan dalang di balik pembunuhan aktivis HAM, yakni Munir Said Talib.

Pembunuhan Munir itulah yang mendorong para aktivis menyuarakan keadilan. Salah satunya dengan cara melakukan aksi yang hingga sekarang dikenal sebagai Aksi Kamisan.

Munir diketahui tewas karena meminum minuman yang telah dicampur racun arsenik.

Peristiwa tersebut terjadi saat Munir melakukan perjalanan dari Indonesia menuju Belanda.

“Ya, saya tahu kalian menunggu ini. Jadi, siapa yang membunuh orang baik ini (Munir)?” tulis Bjorka di akun Twitter miliknya.

Lantas, peretas tersebut melayang satu nama yang dianggap sebagai dalang utama pembunuhan Munir.

“Saya akan memberi Anda nama jika Anda bertanya siapa yang berada di balik pembunuhan Munir. Dia adalah Muchdi Purwopranjono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.” tulisnya lebih lanjut.

Apa yang membuat kasus Munir ini tetap menyita perhatian adalah karena kasus tersebut menyeret instansi-instansi resmi Indonesia, yakni Kopassus dan BIN.

Saat itu, Munir merupakan orang yang mempunyai suara lantang dalam membongkar penculikan tiga belas aktivis pada 1997-1998.

Munir berhasil mengungkap bahwa penculikan tiga belas aktivis itu dilakukan oleh Kopassus, yang pada saat itu bergerak dengan nama Tim Operasi Mawar, dikutip dari Disway.id, Minggu, 11 September 2022.

Muchdi Purwopranjono, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus diberhentikan dari jabatan barunya selama 52 hari akibat pengungkapan penculikan tiga belas aktivis yang dilakukan Munir.

Kemudian, Muchdi pun diangkat menjadi Kepala Deputi V BIN pada 27 Maret 2003. “Posisi yang membuka banyak peluang untuk menghentikan aktivitas korban mendiang Munir yang merugikan terdakwa,”

Muchdi memanfaatkan jaringan nonorganik BIN, Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot PT Garuda Indonesia Airways, untuk membunuh jiwa Munir.

Karena, saat itu diketahui Munir akan terbang ke Belanda menggunakan Garuda Indonesia.

Pollycarpus kemudian diangkat menjadi petugas keamanan penerbangan agar bisa naik pesawat PT Garuda Indonesia Airways manapun, termasuk pesawat yang nantinya akan ditumpangi Munir.

Lebih lanjut dijelaskan bagaimana Pollycarpus membuat surat rekomendasi kepada PT Garuda Indonesia Airways untuk ditempatkan di corporate security.

Draf surat itu diketik Pollycarpus menggunakan komputer di ruang staf Deputi V BIN.

Setelah selesai, surat itu kemudian dikoreksi oleh saksi Budi Santoso yang sempat bertanya, “Ini untuk apa?”

Polly menjawab, “Pak, saya mau ikut corporate security karena banyak masalah di Garuda.” Budi Santoso juga bersedia mengoreksi surat tersebut karena mengetahui Polly adalah jaringan nonorganik Muchdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.