Contoh Khutbah Jumat Mengenai Kenaikan BBM 2022 Singkat

Artinya: “Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah kalian tanpa berlebih-lebihan dan sombong.” (Hadis riwayat Imam Ibnu Majah)

Ma’asyiral muslimim wal mu’minin…

Selain kita dilarang untuk boros dan berlebihan dalam menggunakan sesuatu, kita juga diperintahkan untuk melestarikan dan menghemat sesuatu yang kita punya.

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat untuk hendaknya ketika ingin tidur agar mematikan lampu api terlebih dahulu, menutup pintu rumah, menutup bak air, menutup wadah makanan dan minuman.

Rasulullah bersabda demikian dikarenakan ada salah seorang warga yang tidur dan tidak mematikan lampu apinya, kemudian api tersebut jatuh dan membakar seluruh rumahnya.

Rasulullah mewanti-wanti keselamatan para sahabat beserta harta benda yang mereka punya.

Artinya: “Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Matikanlah lampu-lampu pada malam hari ketika kalian hendak beristirahat, dan tutuplah pintu-pintu, tutuplah bak-bak air, tutuplah makanan dan minuman.’ Hammam berkata, ‘Aku menduga Atha berkata: ‘Tutuplah walau hanya dengan sebatang ranting’.”

Jamaah salat dan khutbah Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala

Meskipun hadis di atas memiliki sebab peristiwa tertentu, ada pelajaran yang dapat kita ambil yaitu perlunya upaya untuk menjaga sesuatu yang kita miliki.

Dengan mematikan lampu api di malam hari, tentunya ada upaya berupa menghemat bahan bakar yang dimiliki oleh para sahabat.

Hal ini tentunya apabila kita kontekstualisasikan di masa sekarang masih relevan terkait menghemat BBM yang kita miliki.

Dengan mengamalkan hadis ini dengan menyesuaikan zaman sekarang setidaknya akan memberikan dampak yang positif berupa adanya kebiasaan menghemat di tengah-tengah masyarakat muslim terhadap penggunaan BBM.

Kendati menghemat BBM pun terkadang tidak menjadi solusi bagi sebagian orang, setidaknya ada aksi yang kita lakukan daripada tidak sama sekali.

Sebagaimana dikatakan dalam kaidah fikih, “Sesuatu yang tidak dapat dilakukan semuanya, maka jangan ditinggalkan semuanya”.

Setidaknya, dengan menghemat bahan bakar kita telah berupaya untuk membantu pelestarian sumber daya alam. Sehingga dengan demikian, akan timbul dampak-dampak lainnya yang positif, yang dapat memberi manfaat baik bagi manusia maupun alam semesta.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan