Chochin–obake (hantu lentera kertas) ini akan menjulurkan lidahnya yang sangat menjijikan dan kemudian memelintir matanya dan tertawa menyeramkan untuk menakuti orang-orang yang kebetulan lewat. Ia sungguh hantu yang sangat iseng.
Chochin-obake memang tidak diceritakan dalam mitos atau legenda Jepang mana pun. Ia hanya disebutkan dalam drama ukiyo-e dan kabuki.
Dengan begitu, ia memiliki asal-usul yang tidak jelas. Satu-satunya yang diketahui dari setan ini adalah ia memang diciptakan untuk menakut-nakuti anak-anak kecil.
Baca Juga:Garam Rendah Natrium ‘Gamy’ Hasil Inovasi IPB University untuk Kesehatan dan KecantikanBima Arya Sebut Siapkan Anggaran Khusus untuk Warga Terdampak Bencana
Adapun wujudnya sebagai lentera memang muncul dalam mitologi Jepang, yakni tsukumogami, atau roh-roh yang mendiami benda-benda. Benda-benda itu kemudian menjadi yokai setelah seratus tahun.
Dengan demikian, lentera biasa dapat berubah menjadi chochin-obake setelah 100 tahun digunakan. Ini berasal dari kepercayaan agama Shinto kuno bahwa semua benda—bahkan benda mati—memiliki jiwa.
Dengan begitu, kamu jangan berani mengunjungi kuil, izakaya, atau tempat lain yang mungkin memiliki lentera jika kamu tidak ingin menemuinya. Kemudian lagi, mereka mungkin menjadi teman minum yang baik.
Jorogumo
Jorogumo (絡新婦) berarti “Perempuan Laba-laba.” Namun, secara kanji juga bisa berarti “pengantin yang menjerat” atau “laba-laba pelacur”.
Ia adalah setan yang licik sebab ia tampil sebagai perempuan yang menggoda. Setelah para pria terpikat, hantu ini akan langsung memakan korbannya itu.
Ada beberapa cerita mengenai jorogumo. Ada beberapa cerita berdasarkan jorogumo. Dalam Tonoigusa (Buku Cerita Penjaga Malam), seorang pejuang muda bertemu dengan seorang wanita cantik.
Ia menyadari bahwa perempuan tersebut adalah seorang yokai Ia lantas menyerangnya dengan pedangnya, dan dia melarikan diri ke loteng. Di sana, mereka menemukan seekor laba-laba mati dengan panjang sekitar 30 cm dan dikelilingi oleh mayat-mayat yang membusuk.
Baca Juga:Ganti Lampu PJU Pakai LED, Pemkot Anggarkan Rp16 MiliarTobias Ginanjar Sosialisasikan Perda Desa Wisata
Air Terjun Joren adalah rumah bagi jorogumo. Legenda mengatakan bahwa seorang penebang kayu bertemu laba-laba ketika dia mencoba menyeretnya ke belakang air terjun. Dia melarikan diri, memperingatkan desa untuk menjauh, tetapi orang luar bertemu dengan jorogumo.
