Seorang Laki-Laki Meregang Nyawa Karena Gantung Diri di Pohon Asem, Sempat Ucapkan Istighfar

Seorang Laki-Laki Meregang Nyawa Karena Gantung Diri di Pohon Asem, Sempat Ucapkan Istighfar
Seorang Laki-Laki Meregang Nyawa Karena Gantung Diri di Pohon Asem, Sempat Ucapkan Istighfar. (Ilustrasi; Pixabay)
0 Komentar

JabarEkspres.com – Penemuan sosok mayat laki-laki gantung diri di pohon asem menggegerkan warga Pamoyanan RT02/RW11, Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Menurut keterangan saksi, mayat gantung diri itu ditemukan pada pagi ini, Rabu, 24 Agustus 2022.

Polsek Banjaran pun membenarkan peristiwa yang diduga merupakan aksi bunuh diri itu dan memberikan penjelasan.

Baca Juga:Persib Update: Ulasan, Catatan, & Klasemen SementaraMasih Ada Barang Bukti Vital yang Hilang untuk Bongkar Kasus Brigadir J selain CCTV, Apa Itu?

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kompol Heri Suryadi untuk mencegah kerancuan informasi dan spekulasi dari warga.

Secara kronologi, penemuan mayat gantung diri ini bermula sekitar pukul 05.30 WIB, berdasarkan keterangan saksi mata atas nama Aep.

Saksi tersebut mengaku sempat melihat yang bersangkutan menaiki pohon di dekat rumahnya pada pagi itu.

Hingga sekarang, identitas yang bersangkutan belum diketahui. Namun, saksi Aep juga menyebut bahwa dirinya sempat menyuruh yang bersangkutan untuk turun dari pohon itu.

Bahkan, saksi Aep menerangkan, korban pun sempat mengucapkan istighfar dan menuruti perintah saksi Aep untuk turun dari pohon.

Lalu, satu jam kemudian, sekitar pukul 06.30 WIB, seorang saksi lain dengan atas nama Solihin menemukan yang bersangkutan sudah tak bernyawa karena tergantung di pohon asem.

Dalam keterangan Solihin, penemuan mayat gantung diri itu ia temukan saat ia hendak memberi makan ayam ternaknya.

Baca Juga:Heran! Bahkan Kompolnas Membenarkan Temuan Uang di Rumah Ferdy Sambo, Kok Beda dengan Pernyataan Polri?Tegas Desak Fadil Imran untuk Mundur dari Jabatan Kapolda usai Peluk Ferdy Sambo, Deolipa Yumara: Bikin Malu!

Saksi Solihin pun langsung bergegas melaporkan apa yang ia lihat ke ketua RT setempat bernama Dedi Suryadi.

Setelah itu, penemuan laki-laki gantung diri di pohon asem itu dilaporkan ke kantor Polsek Banjaran, Kabupaten Bandung.

Tim Inafis pun tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban sekitar pukul 08.30 WIB.

Kemudian, tim Inafis langsung melakukan pemeriksaan terhadap mayat yang tewas tergantung di pohon asem itu.

Menurut hasil pemeriksaan anggota tim Inafis Polresta Bandung, Kabupaten Bandung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dan selanjutnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima bahwa kejadian tersebut sebuah musibah.

Hingga sekarang masih belum diketahui identitas lengkap dari korban. Pun juga belum diketahui motif dari kematiannya itu.

Kendati demikian, berdasarkan pemeriksaan dari Inafis, peristiwa tersebut diduga merupakan aksi bunuh diri.*** (pojoksatu)

0 Komentar