Misteri Penyiksaan Brigadir Joshua Terungkap dari Hasil Autopsi Ulang, Begini Selengkapnya

JABAREKSPRES.COM – Misteri penyiksaan yang dialami Brigadir Joshua Hutabarat mencuat saat Pengacara Keluarganya, Kamaruddin Simanjutak mengungkap luka-luka tidak wajar yang ada ditubuh Brigadir Joshua.

Berdasar hal itulah Autopsi ulang tersebut dilakukan pada 23 Juli 2022 lalu. Kemarin (22/8), hasil Autopsi tersebut diungkap oleh tim dokter forensik ke publik. Namun hasil yang diperoleh sepertinya tidak seperti yang diharapkan oleh pihak pemohon.

Sebelumnya, Kamaruddin menduga Brigadir J mengalami penyiksaan pada hari pembunuhan di rumah Ferdy Sambo dengan dugaan leher dijerat dan kuku dicabut.

“Ternyata Brigadir Yosua ini sebelum ditembak kami mendapatkan lagi luka semacam lilitan di leher artinya ada dugaan bahwa Brigadir ini dijerat dari belakang,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Ia menyebut semacam goresan di leher itu dari kanan dan ke kiri seperti ditarik menggunakan tali dari belakang

“(Jeratan) meninggalkan luka dan memar,” ujar Kamaruddin Simajuntak.

Sedangkan kuku yang dicabut saat Brigadir J masih hidup, Kamaruddin Simanjuntak menduga dialami pada sebagian kuku mendiang.

“Kemudian Kuku-kukunya juga dicabut, saya perkirakan kuku dicabut saat masih hidup dan saya rasa ada penyiksaan,” katanya.

Kamaruddin juga mempertanyakan sejumlah bekas luka di bagian mata, hidung dan mulut Brigadir J.

Selain itu, Kamaruddin menduga ada luka pada jari hingga patah, terkait dengan penyiksaan.

Atas permintaan autopsi ulang dan agar misteri penyiksaan dialami Brigadir J terjawab, hasil autopsi kini telah diumumkan.

Atas dugaan penyiksaan, Tim Dokter Forensik mengungkapkan tidak ada kuku Brigadir J yang dicabut setelah lakukan otopsi kedua.

“Nggak (benar), nggak (ada) kuku dicabut, nggak sama sekali,” ujar Ketua Tim Dokter Forensik, Ade Firmansyah, usai menyerahkan laporan hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J kepada Bareskrim Polri, Senin 22 Agustus 2022.

“Jarinya itu adalah arah alur lintasan anak peluru, jelas sekali peluru keluar mengenai jarinya. Kalau bahasa awamnya mungkin tersambar,” ujarnya.

Adapun jari Brigadir J yang terkena lintasan peluru yaitu jari manis dan jari kelingking di bagian tangan kirinya.

Masih disebutkan dari hasil autopsi kedua, Ade Firmansyah memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh Brigadir J selain luka dari senjata api atau tembakan peluru.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan