Covid-19 di Jepang Menggila, Sehari Tembus 231 Ribu Kasus

covid-19 di jepang
A staff members of the Tokyo metropolitan government wearing a protective face mask march as he calls for people to stay home after the government announced the state of emergency for the capital and some prefectures following the coronavirus disease (COVID-19) outbreak, at an entertainment and amusement district in Tokyo, Japan April 14, 2020. REUTERS/Issei Kato *** Local Caption *** Seorang anggota staf pemerintah metropolitan Tokyo memakai masker pelindung berjalan sambil mengingatkan warga untuk tetap berada di rumah setelah pemerintah mengumumkan darurat negara untuk ibukota dan beberapa prefektur menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di sebuah distrik hiburan di Tokyo, Jepang, Selasa (14/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/hp/cfo
0 Komentar

Di sisi lain, peningkatan jumlah penularan kasus COVID-19, diprediksi lantaran pada gelombang pertama masih sedikit warga yang tertular. Ketika gelombang pertama melanda Negeri Sakura, hanya 10 persen warganya yang tertular. Sangat jauh berbeda bila dibandingkan warga Inggris yang 34 persen dari populasinya sudah tertular COVID-19.

“Kami memprediksi rekor baru (penularan) akan terus terjadi di seluruh Jepang,” ungkap Kepala Institut Nasional Penyakit Menular, Takaji Wakita ketika memimpin sidang panel yang terdiri dari pakar kesehatan di Kementerian Kesehatan.

Daftar 10 negara dengan kasus harian COVID-19 tertinggi di dunia

Mengutip data dari World O Meter, berikut adalah daftar 10 negara dengan kasus harian tertinggi per Jumat, (5/8/2022):

Baca Juga:Ini Dia! Zodiak Beruntung Tanggal 5 Agustus 2022, Semesta Sedang Mendukung Taurus8 Rekomendasi Film Survival Penuh Ketegangan

Jepang – 231.597 kasus baru
Korea Selatan – 107.849 kasus baru
Amerika Serikat – 53.677 kasus baru
Italia – 42.959 kasus baru
Australia – 37.261 kasus baru
Brasil – 37.166 kasus baru
Prancis – 33.799 kasus baru
Taiwan – 22.959 kasus baru
Meksiko – 20.210 kasus baru
Rusia – 17.126 kasus baru

Di sisi lain, jumlah kematian harian akibat COVID-19 di Jepang bertambah 157. Akumulasi angka kematian di Negeri Sakura mencapai 32.976.

Lalu, apakah Pemerintah Jepang akan kembali memperketat pergerakan masyarakat? Padahal, kegiatan ekonomi baru saja kembali berputar.

0 Komentar