“Kalau seperti itu, secara teknis penyelidikan, itu sebenarnya gampang,” tambahnya.
Lebih lanjut Menko Polhukam itu turut menirukan pernyataan purnawirawan yang mengomentari kasus Brigadir J ini.
“Apa namanya, bahkan para purnawirawan, ‘Kalau kayak gitu gampang, Pak, tempatnya jelas ini’,” tutur Mahfud.
“Kita sudah tahulah, tapi saya katakan, oke, jangan berpendapat dulu, biar Polri memproses,” lanjutnya.
Baca Juga:Ponsel dan Baju Berlumuran Darah Milik Brigadir J Ditemukan, Misteri Segera TerungkapMediasi Tak Berhasil, Pesulap Merah Akhirnya Dilaporkan ke Polisi
“Bahwa itu memang gampang tingkat polsek saja bisa, tapi ini ada tadi psiko-hierarkis dan psiko-politis dan macam-macam,” jelas Mahfud MD.
Arahan Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan agar kasus ini diungkap secara tuntas dengan benar.
“Pemerintah optimistis perkara ini akan terungkap dengan benar. Karena itu perintah dari Presiden. Sudah jelas dan tegas Presiden memerintahkan Polri mengusut kasus ini secara transparan,” tegas Mahfud MD, pada Selasa 26 Juli 2022.
Dia pun mengingatkan agar jangan ada yang main-main dalam penanganan kasus tersebut.
“Presiden sudah memberikan perintah. Jadi jangan main-main. Harus dibuka sebenar-benarnya. Jangan sepihak. Semua harus dilihat dan dipertimbangkan,” paparnya
Dia yakin instansi-instansi yang ikut terlibat penanganan kasus ini akan bekerja sesuai instruksi Presiden.
“Saya percaya Mabes Polri, Tim Khusus, Komnas HAM, Kompolnas juga akan ada di situ,” pungkasnya.
Baca Juga:Heboh Anies Baswedan Ubah Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, Ferdinand: Sesat Nalar, Eko Kuntadhi: PrestasiLink Pendaftaran Ikuti Upacara 17 Agustus Langsung di Istana Negara Jakarta, Terbuka Untuk Umum
Seperti diberitakan, aksi baku tembak yang terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo terus diselidiki.
informasi yang dihimpun tim penyelidik, insiden penembakan terjadi karena Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diduga melecehkan istri Ferdy Sambo. Yaitu Putri Candrawathi.
