Masuk Ruang Publik Wajib Booster, Gerai Vaksinasi Banjir Animo Masyarakat

BANDUNG – Warga Kota Bandung, membanjiri sejumlah gerai vaksin untuk mendapatkan vaksin booster. Peningkatan permintaan vaksin booster di Kota Bandung disebabkan adanya kebijakan persyaratan wajib vaksin booster untuk bisa masuk mal. Humas Mal Ciwalk, Agung Priyo, mengatakan, masyarakat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi tahap tiga. Per hari ini pihaknya membuka gerai vaksinasi untuk pertama kalinya dan menghabiskan 200 lebih dosis vaksin booster, bahkan waiting list mencapai 200 dosis lebih.

“Kita mulai vaksin jam 8 (pagi), dari jam setengah 7 pagi sudah banyak yang datang. Dari sekitar jam 9 kurang seperempat nomor antrian ke 200 itu sudah habis. Dan masih banyak yang antusias untuk ikut vaksin,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di Mal Cihampelas Walk, Jumat (22/7).

“Jadi terpaksa kita hold dulu (waiting list), untuk menampung keinginan masyarakat diadakan vaksin booster lagi. Sementara yang tidak kebagian 200 dosis hari ini kita mintakan nama dan nomor telepon, bahkan sampai sekarang masih ada yang daftar,” sambungnya.

Gerai vaksinasi ini, tutur Agung, merupakan koordinasi bersama Dinas Kesehatan. Bahkan pihaknya mengajukan permintaan digelarnya gerai vaksinasi kembali untuk dua-tiga hari ke depan atau minggu depan, agar pelaksanaan vaksin booster bisa merata.

“Kami inginnya minggu depan lagi ada (gerai vaksinasi). Cuman untuk waktunya belum ada. Waiting list tadi kita dahulukan supaya datang pada hari H, nanti (pendaftar waiting list) dikasih (jadwalnya). Semoga pemerataan vaksin booster lebih cepat ya, untuk akses ke tempat ruang publik. Sesuai dengan aturan yang ada di Imendagri maupun di Perwal untuk vaksin ketiga,” imbuhnya.

Animo masyarakat ini tidak luput dari gencarnya sosialisasi melalui sosial media. Agung memaparkan, melalui sosial media Puskesmas Dago dan Cihampelas Walk promosi dilakukan melalui unggahan pemberitahuan vaksin sebelumnya.

“Hari ini memang di Instagram kita tidak dipastikan kuotanya, karena untuk mengantisipasi, kalau dikasih (info) 200 dosis, orang takutnya mikir cuman disediakan sedikit. Takutnya tidak kebagian atau apa. Mendingan kita tidak tulis (cantumkan), dan sekaligus mengukur animo masyarakat. Ternyata benar, baru dibuka antrian sampai satu jam saja sudah habis,” tandas Agung. (arv)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan