Belum Miliki Fasilitas Literasi, Pemdes Bojong Bandung Harapkan Ini

Editor:

Dia menerangkan, lahan yang posisinya berada di sebelah Kantor Desa Bojong itu sampai saat ini statusnya milik perorangan dan tengah diupayakan menjadi milik desa dengan dibeli sesuai kesepakatan harga.

“Kalau enggak di sana (lahan sebelah Kantor Desa Bojong), rencana kita mau buat konsep desa wisata di area tanah carik desa,” ucapnya.

Asep menjelaskan, tanah carik yang luasnya sekira 2 hektare itu direncanakan dibentuk area sentral aktivitas masyarakat dengan bermacam daya tarik wisata berbasis alam serta beragam produk kuliner asli olahan tangan warga Desa Bojong.

“Dipusatkan di sana, termasuk untuk mewadahi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) warga desa dan supaya bisa mendorong perekonomian,” imbuh Asep.

“Karena akan jadi sentral aktivitas masyarakat, banyak kuliner di sana, maka harapannya bisa jadi daya tarik kunjungan warga datang ke taman baca,” lanjutnya.

Dalam pemaparannya, Asep menegaskan, upaya pihak Desa Bojong dalam meningkatkan minat baca masyatakat adalah menyediakan fasilitas literasi di tengah pusat aktivitas warga alias di area wisata kuliner yang sedang diselesaikan konsepnya.

“Harapan saya kepada masyarakat (mewakili Kades Bojong), ketika nanti sudah dibentuk taman baca agar direspons positif,” pungkasnya.

“Banyak dikunjungi dan adakan berbagai kegiatan positif, supaya keberadaan taman baca nantinya sangat bermanfaat baik oleh anak-anak, remaja, pemuda bahkan orang dewasa,” tutup Asep.*** (Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.