Juli Harga Cabai Diprediksi Akan Segera Pulih

Namun, pernyataan tersebut memicu nada kontra yang cukup keras dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Wakil Sekretaris Jenderal Pembinaan dan Pendidikan Pedagang Pasar DPP Ikappi Ahmad Choirul Furqon mengatakan, pernyataan tersebut tidak berdasar logika. “Jangan hibur pedagang atau petani dengan logical fallacy,” cetusnya.

Menurut Furqon, pernyataan Zulhas dianggap menyederhanakan masalah. Padahal, masalah di lapangan jauh lebih kompleks dan harus diintervensi secara serius. Menurut dia, harga cabai dari para petani relatif normal dan tidak terjadi kenaikan signifikan.

“Jadi, apabila terjadi kenaikan harga yang tidak rasional, berarti ada masalah besar di jalur tengah, yaitu rantai distribusi,” bebernya.

Ikappi mengkhawatirkan tidak normalnya harga pangan, termasuk cabai, bakal berdampak domino yang akan merugikan pedagang di hilir.

“Harga yang tidak normal di pasar saat ini tidak selayaknya ditanggapi dengan bercanda,” tegas Furqon.

Di pihak lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, di beberapa titik, produksi beberapa bahan pangan seperti cabai dan bawang merah terganggu karena anomali cuaca. Khususnya yang berada di dataran rendah.

“Biasanya pada Juni curah hujan relatif sedikit, tapi sejak Mei (curah hujan, Red) cukup banyak,” pungkasnya. (jawapos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.