Jabarekspres.com – Puncak Omicron varian BA.4 dan BA.5 diperkirakan akan terjadi pada Juli mendatang dan terjadi pada sejumlah negara termasuk Indonesia. Hal itu dikatakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Maka dari itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker.
Imbauan tersebut penting dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19 akibat omicron varian BA.4 dan BA.5.
Baca Juga:Komisi V Minta Pemprov Segera Lakukan Pemetaan Tenaga HonorerIni Dahsyatnya Film Ngeri-ngeri Sedap, Sampai Bikin Jendral Luhut Nangis
“Pesan Bapak Presiden itu harus kita laksanakan, tetap waspada, hati-hati. Di luar bisa buka masker tapi begitu masuk di dalam kita harus tetap pakai masker, atau kalau di luar kerumunannya banyak pakai masker,” ujar Menkes Budi, Kamis (16/6) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
“Atau kita merasa badan kita tidak sehat atau ada yang kita lihat duduk/berdiri di sebelah kita, walaupun di luar, batuk-batuk, kita tetap pakai masker,” sambungnya.
Menkes menyampaikan, pihaknya terus memonitor perkembangan kasus Covid-19 global dan pola penyebarannya.
Menurutnya, Afrika Selatan sebagai negara pertama masuknya Omicron varian BA.4 dan BA.5. Puncaknya sepertiga dari puncaknya Omicron atau Delta sebelumnya.
“Jadi kalau kita Delta dan Omicron puncaknya di 60 ribu kasus sehari, kira-kira nanti estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari,” ujarnya.
Dengan kasus konfirmasi harian sekitar seribu kasus per hari, Menkes menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada level 1.
Standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.
Baca Juga:Viral Santri Berjoget Diiringi Musik Dangdut Saat Penutupan MTQ XLV di BanjarKecelakaan di Cikarang Bekasi Tewaskan Satu Pemotor
“Kalau di-translate untuk penduduk Indonesia sekitar 7.700 per hari. Jadi itu adalah level threshold pertama di mana level transmisi berdasarkan WHO Indonesia akan naik ke level 2,” ujarnya. (disway)
