Perizinan Konser Dipertanyakan, Ketua DPRD Kota Bandung: Pemkot Kurang Bisa Memberikan Penjelasan yang Utuh

“Contoh dulu saya pernah melakukan pendampingan terkait event pocari sweat. Jadi (proses) sangat detail, itu mereka diajak rapat, sehingga ketika kegiatan berjalan juga bisa (berjalan lancar),” paparnya.

“Harus ada pendampingan dan penjelasan. Beberapa waktu yang lalu sudah cukup bagus, ketika ada suatu event itu dirapatkan. Sudah benar,” lanjutnya.

Sehingga pelaksana, beber Tedy, paham betul kekurangan perizinan konser. Selain itu secara regulasi dalam Perwal, konser outdoor belum bisa dilaksanakan, Tedy berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan Imendagri.

“Yang harus dilakukan adalah pemerintah pusat segera mengeluarkan Imendagri jangan sampai berlarut-larut. Pak jokowi berikan informasi hari Selasa. Sampai sekarang kita masih menunggu-nunggu. Akhirnya masyarakat bertanya tanya, presiden boleh menyampaikan boleh buka masker, tapi Imendagrinya tidak muncul,” kata Tedy.

Akhirnya pihaknya tidak bisa menindaklanjuti karena masih tetap menggunakan aturan yang sebelumnya. “Mendesak ini, kalau sudah diperkenankan berbagai aktivitas dilonggarkan, segera diturunkan juga (Imendagri),” harapnya.

Sementara itu, Perwal akan dievaluasi dua pekan sekali. Sehingga pada tanggal 23 Mei 2022, akan ada pembahasan mengenai pembaharuan perizinan konser.

“Katanya sih tanggal 23 Mei akan ratas kembali Forkopimda, 4 hari lagi. Sambil menunggu Imendagri terbaru,” ungkapnya.

Forkopimda dinilai akan bergerak cepat kalau ada jika Imendagri sudah turun. “Karena harus merespon kan ya, apa yang menjadi aturan barunya. Karena masyarakat akan menanyakan, kok dari pusatnya gini tapi di sininya (Bandung) masih belum (dilonggarkan). Makanya kita jika Imendagri turun (pelonggaran) akan disegerakan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.