oleh

Kebocoran Gas, 21 Warga Dilarikan Ke RS Diduga Keracunan

JABAREKSPRES.COM – Sebanyak 21 warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), dilarikan kerumah sakit karena diduga keracunan gas.

21 warga tersebut mengalami  gejala seperti pusing mual dan muntah-muntah setelah menghirup semburan gas menyengat yang diduga beracun.

Dari unggahan di twitter melaui akun resminya Jaringan Tambang Nasional  (JATAM)  @Jatamnas, pada minggu (24/4) dijelaskan ada semburan lumpur panas disertai gas menyengat ke udara setinggi 30 meter di lokasi pengeboran panas bumi milik PT SMGP di Sibanggor Julu, Mandailing Natal, Sumut.

“Semburan lumpur panas setinggi lebih dari 30 meter disertai dengan bau gas menyengat terjadi di ring pengeboran panas bumi milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu, Mandailing Natal,” unggahnya.

“Sebagian besar warga yang terpapar gas beracun tersebut sedang berada di sawah, di sekitar wellpad T milik SMGP,” tambahnya.

Dalam data yang disampaikan JATAM Nasional, sebanyak 21 warga dilarikan ke RSUD Panyabungan Mandailing Natal, karena terpapar gas beracun.

“Saat semburan terjadi, warga mulai mencium bau menyengat, lalu mual, muntah hingga pingsan. Kini, lumpur panas ini mulai mengalir ke area persawahan warga,” tegasnya lagi.

Menurut data JATAM Nasional, peristiwa hari ini adalah kecelakaan keempat dalam dua tahun terakhir yang terjadi di proyek PLTP PT SMGP.

“Kebocoran gas H2S itu telah menimbulkan banyak korban. Pada 25 Januari 2021, misalnya, 5 warga meninggal, serta setidaknya 49 warga dirawat di rumah sakit,” tegas JATAM atau Jaringan Tambang ini.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq membenarkan adanya kejadian itu.

“Iya benar, kami sedang berupaya (mengevakuasi warga) semua,” ujarnya.
Sementara ini menurut data mereka, ada 13 warga yang diketahui mengalami keracunan gas dengan gejala pusing, mual dan muntah-muntah.

“Untuk sementara ada 13 orang dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan akan bertambah,” lanjut Reza.

Kejadian ini bukan yang pertama, warga sekitar perusahaan di Sibanggor sudah berulang kali menjadi korban kebocoran gas PT SMGP.

Data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumut mencatat pada 2018 ada 2 anak meninggal dunia tenggelam di tempat penampungan air milik PT SMGP.

Kemudian, pada 25 Januari 2021, terjadi kebocoran gas Hidrogen Sulfida (H2S) di Wellpad T SMGP. Sebanyak 44 orang dirawat di rumah sakit. Lima orang meninggal dunia.

Sedangkan pada tahun 2022, pada 7 Maret 2022 ada 50-an warga masuk rumah sakit gegara hal tersebut. Begitu juga pada 9 Februari 2022, seperti dikutip dari pojoksatu. (rtc/rit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga