Kumpulan Puisi Ibu Kartini, Singkat Tapi Penuh Makna

Ilustrasi Puisi Ibu Kartini (Freepik)
Ilustrasi Puisi Ibu Kartini (Freepik)
0 Komentar

Takan berhenti maju meski terus berperang

Kau adalah pahlawan bangsa

Yang percaya pada kekuatan Tuhan

Habis Gelap Terbitlah Terang

Takan tenggelam sebuah harapan

Jasamu indah tertulis dengan tinta emas sang sejarah

Namamu dikenang setiap manusia nusantara

Puisi 8

PUTRI KSATRIA

Hujan tiada berhenti

Kabut perlahan menyelimuti

Adat dan budaya berpilih kasih

Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi

Tak ada satu pun peduli

Sekalipun rintihan bertubi-tubi

Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang

Perempuan dilarang

Perempuan terbuang

Perempuan terbelakang

Lemah tak berdaya

Melawan pun tak kuasa

Hanya dapat berpasrah

Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu kini sirna

Berkat sang putri ksatria

Wahai Kartini yang mulia

Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas

Perempuan lepas

Perempuan setara

Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka

Tak ada lagi duka

Semua telah sirna

Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil perjuangan

Jerih payah dalam pergolakan

Wahai Kartini yang diagungkan

Kau putri ksatria pujaan perempuan

Perjuangan Ibu R. A. Kartini

Demi bangsa Indonesia

Engkau rela mengorbankan

Jiwa dan raga Mu

Demi penduduk bangsa Indonesia

Engkau rela mengorbankan

Harta dan benda Mu

Nama Mu Takkan mungkin

Dapat terlupakan karena

Engkau bunga bangsa Indonesia

Belum sempat engkau merasakan

Kemerdekaan engkau telah

Gugur sebagai pahlawan Indonesia

Ibu R. A. Kartini engkau lah yang

Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia

Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan

Oleh penduduk Indonesia

Puisi 9

KARTINIKU PAHLAWANKU

Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki

sosok ibu sepertimu

Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku

kedunia ini

Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan

Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan

mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi

Kepedulianmu selalu di hati

Kau pelipur lara yang kan abadi

Jiwaku hilang jika tanpamu

Baktiku hanya untukmu

0 Komentar