Langka! Alergi Ini Bisa Bikin Gatal-gatal Jika Menangis

Ilustrasi: aquagenic urticaria, alergi ini bisa membuat gatal-gatal saat menangis. (Pixabay)
Ilustrasi: aquagenic urticaria, alergi ini bisa membuat gatal-gatal saat menangis. (Pixabay)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Ada alergi yang langka yaitu alergi terkena air. Kondisi ini disebut aquagenic urticaria. Ketika tubuh atau kulit mereka menyentuh air, maka reaksi alergi tak terhindarkan pun terjadi.

Seperti dilansir Medical News Today, penderita penyakit langka aquagenic urticaria ini, umumnya melaporkan rasa gatal ketika terpapar air.

Tidak hanya terjadi di leher dan tangan, kondisi ini juga menyebabkan gatal hingga di atas panggul.

Baca Juga:Satu Juta dari BPBD Untuk Mendukung Ibadah Ramadan dan Mudik 2022Tak Kunjung Surut, 3000 KK di Dayeuhkolot Terdampak Banjir

Mereka dengan aquagenic urticaria ini tidak bisa beraktifitas seperti halnya orang pada umumnya.

Mandi berenang atau main hujan bukanlah sesuatu yang bisa mereka lalukan sesuka hati, dan selalu ada konsekuensinya.

Parahnya, sebagian penderita mengaku bahkan tetesan air mata pun, bisa berdampak buruk terhadap mereka kala menangis.

Dan pada kasus yang lebih langka lagi, mereka yang menderita kondisi ini, dilaporkan menunjukan reaksi alergi, bahkan hanya karena meminum air putih.

Menurut ahli, tidak ada data yang spesifik tetang kondisi ini. Akan tetapi diketahui bahwa sebagian besar penderitanya adalah wanita.

Aquagenic urticaria sendiri muncul ketika penderitanya memasuki usia puber atau setelahnya.  Penyakit alergi air ini masuk dalam deratan penyakit langka di dunia.

Hal ini terjadi pada seorang wanita bernama Summer Bostock dari Queensland, Australia.

Baca Juga:Sekda Jabar Tekankan Pentingnya Pembangunan Rendah KarbonSpesifikasi Samsung Galaxy M33 5G, Lengkap dengan Harganya

Mengalami sebuah kondisi bernama polymorphic eruption of pregnancy (PEP), Summer mengeluhkan rasa gatal yang luar biasa.

Kejadiannya sendiri sekitar 11 tahun lalu. Kala itu, perutnya dipenuhi dengan ruam yang terlihat kemerahan.

Menurut ahli, sebagaimana dirilis pada jurnal American Family Physician, PEP bisa terjadi pada satu dari 160 kehamilan.

Meski gatal luar biasa, kondisi ini disebut tidak membahayakan baik bagi ibu dan calon bayinya.

Dia menambahkan, jika kondisi ini juga ditemani rasa ingin muntah, membuatnya sulit untuk tertidur di malam hari. (fin)

0 Komentar