Balada Stok Daging Impor Jelang Ramadan, Amankah di Kota Bandung?

BANDUNG – Permintaan masyarakat akan komoditas daging diprediksi akan naik menjelang Ramadan 2022.

Menyikapi hal tersebut Bulog Cabang Bandung telah impor daging sapi serta kerbau guna mengantisipasi ketersediaan aman.

Yuliani Alzam, Pimpinan Perum Bulog Cabang Bandung, mengatakan bahwa stok daging impor kerbau dan sapi sudah tiba di Bandung masing-masing 10 ton.

“Sudah datang masing-masing (daging kerbau dan sapi, red) 10 ton,” ujar Yuliani usai menghadiri acara Bazar Ramadhan, di Kantor Kecamatan Rancasari, Kota Bandung (31/3).

Dia menambahkan, saat ini peminat daging kerbau meningkat karena disebabkan harga daging kerbau lebih murah.

“Namun di lapangan saat ini, yang banyak peminatnya itu daging kerbau. Mungkin karena harganya lebih murah, dan khasiatnya lebih (baik) daripada sapi,” kata Yuliana.

Stok daging kerbau, menurut Yuliana, tidak sampai 2 minggu sudah habis 9,5 ton. Sementara untuk daging sapi hanya habis 3,5 ton. Kendati demikian, Bulog Cabang Bandung akan segera melakukan order ulang jika stok daging habis.

Untuk stok daging impor sendiri, Yuliana mengatakan bahwa daging kerbau diimpor dari India, sedangkan daging sapi diimpor dari New Zealand.

“Kerbau dari India, sapi dari New Zealand. Daging kerbau yang diimpor itu jenisnya CM-01, bagian paha atas. Kalau sapi tipenya CL 95, artinya dalam satu kilo daging kadar lemaknya hanya 5 persen,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kondisi daging kerbau yang cepat habis, Bulog Cabang Bandung akan mengimpor daging kembali pada bulan April pekan kedua.

“Kami kan ditunjuk oleh pemerintah, (daging impor) akan datang lagi untuk Bulog Cabang Bandung minggu kedua di bulan April. Karena memang harus dibagi dulu ke seluruh Indonesia, tapi untuk se-Jawa Barat, Bandung lah yang paling banyak (mendapatkan impor),” ucap Yuliana.

Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau masyarakat agar tidak panic buying untuk komoditas pangan jelang Ramadan.

“Membeli itu sesuai kebutuhan. Jangan panic buying, kalau panic buying beli banyak sehingga over dari kebutuhan normalnya. Misal kebutuhan (pangan) Kota Bandung 80 ton per bulan, menjadi 150 ton. Tapi stok kita pastikan aman,” ujar Yana.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan