Dari sisi potensi penjualan yang di lakukan pun, supermarket dan hypermarket cukup bersaing. Potensi penjualan yang di miliki hypermarket berada di atas Rp10.000.000, tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan supermarket tertentu yang mungkin mencapai proyeksi potensi penjualan di angka serupa.
Perbedaan mendasar antara supermarket dan hypermarket sebagai contoh retail dengan kategori yang nyaris serupa ada pada jenis barang yang di jual di dalamnya. Jika supermarket umumnya hanya menjual barang-barang rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari. Maka, jenis barang yang tersedia dalam hypermarket dapat lebih luas lagi karena juga mengikutkan produk-produk sandang seperti pakaian hingga furnitur. Di samping itu, hypermarket juga memiliki keunggulan dalam ketersediaan lahan parkir untuk pelanggan yang ukurannya jauh lebih luas jika di bandingkan dengan supermarket.
- Department Store
Department store menawarkan jenis produk yang jauh lebih beragam lagi di banding minimarket, supermarket, maupun hypermarket. Selain bahan-bahan mentah, pelanggan juga dapat menemukan makanan siap saji dalam contoh retail yang satu ini. Selain produk, beberapa department store bahkan juga di lengkapi dengan gerai-gerai yang menawarkan jasa tertentu. Mulai dari ruang karaoke, salon, hingga tempat kebugaran.
Baca Juga:Ramai Istilah Remaja Jompo, Sebenarnya Apa Itu?Malam Nisfu Syaban Semakin Dekat, Sudah Tahukah Amalannya?
Beragamnya produk serta jasa dalam department store membuat contoh retail ini kerap di sebut juga sebagai Toserba atau Toko Serba Ada. Hampir semuanya dapat di temukan di department store, terlebih karena umumnya department store atau toserba tidak hanya di isi oleh satu penjual saja, tetapi terdiri dari sejumlah tenant yang mengelola gerainya masing-masing dalam sebuah department store. Banyaknya jenis produk dan jasa yang ditawarkan oleh department store membuat jenis usaha retail terbesar secara cakupan ukuran ini memiliki potensi penjualan yang lebih banyak pula.
