Jurus Jitu Jabar Pulihkan Ekonomi Kerakyatan

RESMI BEROPERASI: Gubernur Ridwan Kamil disaksikan Bupati Bogor Hj Ade Yasin, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Iendra Sofyan, menandatangani prasasti Pasar Cisarua. Hal ini merupakan jurus jitu Jabar dalam memulihkan ekonomi kerakyatan.
RESMI BEROPERASI: Gubernur Ridwan Kamil disaksikan Bupati Bogor Hj Ade Yasin, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Iendra Sofyan, menandatangani prasasti Pasar Cisarua. Hal ini merupakan jurus jitu Jabar dalam memulihkan ekonomi kerakyatan.
0 Komentar

Dengan tata kelola yang baik dan menarik, kata dia, maka kesan pasar rakyat yang kumuh akan berubah menjadi pasar yang bersih, sehat dan berdaya saing, jauh aroma sampah yang tidak sedap.

Menurutnya, Pasar Cisarua yang juga pasar terluas pertama di Jabar tersebut memiliki pembangunan baru dengan tatak letak yang rapih dan bersih, sehingga lebih steril dari sebelumnya. “Pasar Cisarua ini ada juga food court sehingga lebih modern. Jadi bisa bersaing dengan supermarket,” kata dia.

Dia mengaku, untuk pembangunan Pasar Cisarua tersebut menelan biaya sebesar Rp29 miliar terdiri dari anggaran provinsi sebesar Rp23 miliar, dan anggaran Pemkab Bogor Rp6 miliar.

Baca Juga:Karyawan PT Perikanan Indonesia Bentuk Serikat PekerjaRidwan Kamil Minta Pasar Cisarua Bersih dari Praktik Rentenir

Bahkan dia menargetkan, ada 10 pasar Jabar yang ditargetkan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). “Semua pasar kita perbaiki, yang belum SNI kita SNI kan. Target kita 10 pasar tapi sekarang baru 7 pasar yang sudah SNI,” ungkapnya.

Kang Emil memastikan dengan melakukan penguatan pasar-pasar Rakyat, maka dapat bermakna membantu masyarakat ataupun pedagang kecil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga apa yang menjadi target Pasar Rakyat Jabar Juara di bidang ekonomi kerakyatan bisa terwujud.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Dr Iendra Sofyan ST MSi menambahkan, revitalisasi dilakukan agar para pedagang dapat menjual dagangannya lebih nyaman dan bersih.

“Revitalisasi ini tentunya akan ada dampak pada pedagang dan pembeli, pedagang nyaman berjualan, pembeli akan menikmati ketika belanja,” kata dia.

Menurutnya Pemprov akan berkoordinasi dengan pengelola Pasar untuk memfasilitasi atau memprioritaskan pedagang lama agar bisa berjualan di lokasi yang sudah direvitalisasi.

Namun dia meminta agar pada pedagang ataupun pembeli bisa menjaga kebersihan dan keamanan, sehingga bisa sesuai dengan standar nasional. “Saya minta semua dapat menjaga kebersihan dan keamanan, sehingga revitalisasi sesuai dengan standar nasional. Dengan begitu pengunjung bisa lebih banyak dan para pedagang bisa menjual dagangannya semaksimal mungkin, kalau bisa sampai jangan ada jualan yang tersisa,” kata dia.

0 Komentar