Tak Terima Diselingkuhi, Istri Tuntut Cerai dan Menghancurkan Rumah

Si suami yang usianya lebih muda lima tahun dituding telah berselingkuh. Perceraian pun tidak terhindarkan.

’’Kami sudah berusaha mencegah,’’ terang Sunaryo.

Pasutri yang bercerai itu memiliki dua anak. Keduanya membangun rumah sejak lima tahun lalu. Namun, alat berat hanya perlu waktu satu jam untuk menghancurkannya. Warga setempat berduyun-duyun datang tanpa undangan ketika penghancuran rumah berlangsung.

Insiden langka akibat perceraian pasutri bukan yang pertama terjadi di Ponorogo. Peristiwa serupa pernah terjadi di Desa Carangrejo, Sampung, Ponorogo, pada Juni tahun lalu.

Namun, rumah gono-gini itu tidak sampai dihancurkan. Pihak suami berhak atas kayu-kayu yang telanjur terpasang di bangunan rumah. Sementara itu, semua dinding beton milik mantan istri lantaran tanah tempat rumah berdiri itu adalah milik orang tuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.