KUNINGAN – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, sebanyak 3.475 rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) selesai direnovasi pada 2021 oleh Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov Jabar).
Menurut Ridwan Kamil meski pandemi COVID-19 menghambat proses pembangunan, program Rutilahu tetap menjadi prioritas dan tetap dilaksankan.
‘’Pemda Provinsi Jabar tetap memprioritaskan program perbaikan rutilahu untuk mewujudkan hunian yang sehat bagi masyarakat,’’kata Ridwan Kamil dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kuningan, pada Minggu, (30/1)
Baca Juga:Airlangga Hartarto Kumpulkan Kader Golkar untuk Panaskan Mesin Partai untuk sambut Pemilu 2024Airlangga Hartarto Ingatkan Seluruh Kader Partai Golkar Harus Menjaga Kerukunan Menjadi Bingkai Kebhinekaan
Kang Emil—Sapaan Akrab Gubernur Jawa Barat—menyatakan, Pemda Provinsi Jawa Barat akan selalu tememperhatikan keberadaan Rutilahu yang ada di setiap Kabupaten/Kota di Jabar.
Pada kesempatan itu, Kang emil meninjau langsung beberapa rutilahu yang sudah direnovasi di Desa Linggajati, Kabupaten Kuningan.
Melihat hasil renovasi tersebut, Ridwan Kamil merasa kagum dengan hasil pembangunan dan perubahan Rutilahu. Bahkan, dia menyebut, renovasi Rutilahu seperti Real Estate.
“Ada tiga ribu rakyat Kuningan sekarang rumahnya bagus mirip real estate. Mudah-mudahan kanyaah Pak Gubernur katampi ku sadayana,” kata Ridwan Kamil.
“Ada 3.000-an rutilahu kepada masyarakat Kuningan sudah selesai, sehingga banyak sekali kemajuan, walaupun COVID-19 banyak menghambat,” tuturnya.
Secara total pada 2021, perbaikan rutilahu di 27 kabupaten/kota di Jabar mencapai 38.290 unit rumah.
Untuk anggaran yang dikeluarkan pada 2021 lalu senilai Rp670 miliar. Dengan begitu, program Rutilahu sangat dirasakan mangfaatnya untuk masyarakat.
Baca Juga:H. Hendi Harubianadi Terpilih Jadi Ketua PW IPHI Jawa Barat Periode 2022-2027Airlangga Hartarto Sebut Varian Omicron Muncul Akibat Ketidakadilan Akses Vaksin
Kang Emil memastikan program Rutilahu untuk tahun anggaran 2022 ini akan terus dilanjutkan. Kang Emil juga mengajak kepada steakholder terkait untuk ikut ambil bagian dalam program ini.
‘’Ini uang rakyat, maka kembali ke rakyat,” tandas Kang Emil. (red).
