oleh

Akselerasikan Janji Kampanye, Pengamat Minta Plt Wali Kota Bandung Kembali Rumuskan RPJMD

BANDUNG – Demi mengakselerasi janji kampanye almarhum Wali Kota Bandung Oded M Danial, Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana untuk merumuskan kembali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung.

Pria yang kerap disapa Acu tersebut mengatakan bahwa Plt Wali Kota Bandung perlu mengkaji kembali prioritas pembangunan yang akan dilakukan di sisa jabatannya.

“Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana harus brainstorming, mengkaji dulu RPJMD, karena janji kampanye itu diturunkan dalam turunan RPJMD,” ujar Acu, Kamis (6/1).

Pihaknya menilai bahwa Yana perlu mengkaji lebih dalam soal RPJMD dan porsi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung tahun 2022 ini dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Sehingga setelah Yana paham turunan RPJMD, Yana bisa mengoptimalkan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencapai target pembangunannya,” katanya.

Apalagi, Acu menjelaskan bahwa Yana akan melakukan mengevaluasi kinerja pejabat eselon II dan III.

“Sehingga ini waktu yang tepat untuk melakukan akselerasi pembangunan di Kota Bandung,” ucap Acu.

“Reposisi Kadis itu harus diawasi, kepala dinas itu harus diberi target sehingga tolok ukur atau indikator penilaian evaluasi jelas,” tambahnya.

Pihaknya juga mewanti-wanti supaya Yana bisa mereposisi pejabat di OPD dengan baik sesuai dengan evaluasi kinerja yang telah dilakukan. Sehingga, kata dia, bisa terhindar dari unsur-unsur lain seperti unsur politik yang justru akan membahayakan Yana ke depannya.

“Harus jelas ukurannya dalam menentukan Kepala OPD, indikator evaluasi dan reposisinya harus benar-benar,” jelasnya.

Acu menambahkan bahwa peran OPD sangat vital untuk menentukan kinerja Yana di sisa masa jabatannya baik atau tidak. Oleh karena itu, menurutnya, para OPD harus diberi target yang akan menjadi acuan kinerja kurang lebih 18 bulan ke depan.

“Seperti Dinas Perhubungan, bagaimana mengoptimalkan pendapatan, Disparbud juga, dinas pendapatan, jadi indikator kinerjanya jelas,” pungkasnya.* (mg2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga