JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Keberadaan generasi muda di rentan usia 20-40 telah menjadi proyeksi pemerintah agar ke depan memiliki peran penting dalam era globalisasi.
Airlangga Hartarto menilai, untuk pemulihan global, generasi muda sudah seharusnya memiliki peran penting.
Untuk itu, melalui Youth20 (Y20), pemuda dan pemudi memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan dan manfaat dari pemulihan itu sendiri.
Baca Juga:Airlangga Hartarto Tegaskan Pertemuan Bahas Kerjasama Indonesia-EU CEPA Harus DipercepatBIN Jabar Terus Bergerak Kejar Target Vaksin di Daerah Rawan Banjir Desa Eretan Wetan Kabupaten Indramayu
‘’Saat ini, Indonesia memiliki piramida penduduk yang didominasi oleh usia muda pada rentang usia 20-40 tahun, dan terbanyak di usia 30-an tahun,’’jelas Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Kamis, (22/12)
Menko Airlangga berpesan, terkendalinya pandemi Covid-19 membawa optimisme dan confidence baik bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Kondisi ini tercermin dari berbagai leading indicator yang terus membaik, diantaranya konsumsi masyarakat yang terus pulih.
Namun demikian, Pemerintah juga terus memonitor perkembangan varian baru Covid-19 yakni Omicron di berbagai negara.
Sementara itu, kenaikan harga energi dan pangan global juga memicu inflasi yang tinggi di sejumlah negara.
Komitmen Pemerintah terhadap agenda reformasi struktural, deregulasi, dan debirokratisasi akan terus dijalankan.
Pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 sebesar 5,2% dan juga tetap melanjutkan Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Baca Juga:Airlangga Hartarto: Pemerintah Berikan Alokasi KUR 30.1 Persen untuk Sektor Pertanian10 Anggota Geng Motor Bersenjata Tajam Dibekuk Reskim Polres Sukabumi
Melihat kondisi itu, kata Menko Airlangga, generasi muda harus memiliki semangat juang dan pribadi tangguh. Sehingga mampu menjadi role model dan agen perubahan bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga Hartarto hadir pada acara dialektika seperti ini dapat terus dihidupkan Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI), Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).
Acara seperti ini dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada. sekaligus juga dapat menjadi wadah bagi kader LEMI dalam berproses menjadi insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam.
Selain itu, wadah keprofesionalan ekonomi di organ HMI, menjadikan LEMI HMI dapat terlibat aktif dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
“Selamat mengikuti rangkaian acara ini. Semoga melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, serta dapat melahirkan para ekonom dan pebisnis tangguh dengan semangat iman, ilmu, dan amal,” pungkas Menko Airlangga. (frh/fsr)
