MAJALENGKA – Kepolisian Resor (Polres) Majalengka, Jawa Barat, menangkap seorang kakek yang mencabuli anak di bawah umur.
“Pelaku juga mengancam dengan kata-kata kasar kepada korbannya,” kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi di Majalengka, Sabtu.
Edwin menyebutkan kakek yang mencabuli anak di bawah umur itu berinisial US (66). Pelaku juga merupakan tetangga korban yang sering bermain dengan cucunya.
Menurut dia, rudapaksa itu berlangsung mulai 2019 hingga 2021.
Baca Juga:Kebijakan Disalahgunakan, Puluhan Warga Turki Tewas Keracunan Miras OplosanBus Ugal-Ugalan Hantam Resepsi Pernikahan, 8 Orang Tewas
“Saat sedang bermain, pelaku mengancam korban untuk mengikuti semua keinginannya. Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku juga memberikan imbalan sebesar Rp10 ribu,” tuturnya.
Edwin mengatakan bahwa perbuatan pelaku terungkap setelah orang tua korban merasakan kejanggalan dengan sikap korban yang acap kali murung di kamar.
Setelah korban didesak dan ditanya oleh orang tuanya, akhirnya korban menceritakan perbuatan pelaku kepada dirinya.
“Setelah orang tua melapor, kami pun langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku dijerat dengan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” katanya. (antara-red)
MAJALENGKA – Kepolisian Resor (Polres) Majalengka, Jawa Barat, menangkap seorang kakek yang mencabuli anak di bawah umur.
“Pelaku juga mengancam dengan kata-kata kasar kepada korbannya,” kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi di Majalengka, Sabtu.
Edwin menyebutkan kakek yang mencabuli anak di bawah umur itu berinisial US (66). Pelaku juga merupakan tetangga korban yang sering bermain dengan cucunya.
Menurut dia, rudapaksa itu berlangsung mulai 2019 hingga 2021.
Baca Juga:Shin Tae-yong Ngaku Siapkan Strategi Khusus Lawan MalaysiaEnggan Berikan Rp50 Juta Kepada Pemenang Sayembara, Abu Janda Tafsirkan Ayat Versi Diri Sendiri
“Saat sedang bermain, pelaku mengancam korban untuk mengikuti semua keinginannya. Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku juga memberikan imbalan sebesar Rp10 ribu,” tuturnya.
Edwin mengatakan bahwa perbuatan pelaku terungkap setelah orang tua korban merasakan kejanggalan dengan sikap korban yang acap kali murung di kamar.
Setelah korban didesak dan ditanya oleh orang tuanya, akhirnya korban menceritakan perbuatan pelaku kepada dirinya.
“Setelah orang tua melapor, kami pun langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku dijerat dengan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” katanya. (antara-red)
