Produk Pesantren Ekspor ke Dubai, Ridwan Kamil: Bukti Keberhasilan Program OPOP

Produk Pesantren Ekspor ke Dubai, Ridwan Kamil: Bukti Keberhasilan Program OPOP
PRODUK PESANTREN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang memperlihatkan hasil produk pesantren yang akan di ekspor ke Dubai.
0 Komentar

BANDUNG – Pameran produk One Pesantren One Product (OPOP) di beberapa negara dan lobi manis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuahkan hasil. Pasalnya, produk hasil pesantren Jawa Barat berhasil tembus ekspor ke Dubai.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ekspor perdana dari produk pesantren merupakan bukti keberhasilan OPOP–Program unggulan Jabar Juara.

“Ini merupakan contoh keberhasilan program OPOP. Yang nyaris hilang kini kembali terang,” ucap Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (13/12).

Baca Juga:Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Dibatalkan, Begini Kata DisdaginPlt Wali Kota Tanggapi Soal Penanganan Banjir di Gedebage

Pemimpin milenial itu pun menjelaskan, kunci keberhasilan itu kemauan. Maka kedepannya akan ada jalan. Ia pun mencontohkan program OPOP. Untuk ekspor dengan melalui proses yang begitu panjang.

“Dimana ada kemanuan disana ada jalan. Sehingga suatu hari di Jabar penuh dengan kemandirian ekonomi yang mendunia” jelasnya.

Menurutnya, ekspor ini merupakan langkah awal. Maka kesepannya harus kembali menjembut 100 tangga berikutnya. Tujuannya untuk merebut pasar dunia.

“Sering kali yang saya lihat produk itu tidak masuk pasar karena ketidakmampuan market intelejen. Artinya kita tidak mengetahui apa yang dibutuhkan negara lain,” cetusnya.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan, untuk mengetahui kebutuhan negara langkah pertama yang harus dilakukan ialah keliling dunia.

“Melihat keburuhan apa dan dihubungkan dengan produk yang ada. Bisa saja kedepannya ada pesantren yang merubah kebiasaan bisnis biasa menjadi bisnis baru,” jelasnya.

Ia pun menitip pesan untuk mengevalusi setiap kali ekspor. Dengan harapan bisa merebut pasar melalui buah-buahan dan produk pangan dari tahan Jabar. (win)

0 Komentar