Mengaku Terpengaruh Jin, Pria Asal Kuningan Gemar Makan Batu Bata dan Genting

makan batu bata
Diki, pria asal Kuningan begitu menikmati saat memakan batu bata. Foto: Istimewa
0 Komentar

KUNINGAN – Mengaku terpengaruh oleh jin nasab, seorang pria asal Kabupaten Kuningan, Diki (28) mengaku gemar memakan batu bata dan genting, dua benda yang tidak seharusnya dikonsumsi ini dianggap cemilan oleh Diki.

Diki awalnya tidak menyadari kebiasannya memakan batu bata dan genting tersebut dipicu oleh kehadiran jin nasab. Yang terus mempengaruhinya hingga menyukai makanan yang tidak selayaknya dimakan tersebut.

Mulanya dia hanya menganggap batu bata dan genting sebatas makanan ringan. Namun lama kelamaan, sales marketing baja ringan itu merasa penasaran mengapa dia selalu ingin memakannya, dan akhirnya dia berusaha untuk mencari tahu penyebabnya.

Baca Juga:Bantuan PIP Cair, Yuk Segera Aktivasi Sebelum 31 Desember 2021, Begini Cara Mengecek Data PenerimanyaAkhir Tahun, NOAH Siapkan Project Besar

Dia pun melakukan perjalanan untuk mendapat jawaban dari rasa penasarannya itu. Perjalanan tersebut dilakoni Diki mulai dari Cirebon, Madura, wilayah Jawa Timur hingga kembali ke Cirebon.

Sepanjang perjalanan itulah, dia merasakan dan mengalami banyak kejadian mistis. Yang membawanya mengenal dunia mahluk halus hingga saat ini. Di Cirebon, akhirnya Diki mendapat jawaban atas pertanyannya.

Kebiasaannya ngemil dua benda tersebut rupanya dipicu kehadiran jin nasab.  Dari info yang di dapat, jin jenis ini, biasanya merupakan jin peliharaan keluarga dan kerap mendampingi anggota keluarga tersebut secara turun temurun.

Kebiasaannya memakan dua benda yang berasal dari tanah liat tersebut kini sudah tidak bisa dihentikan, bahkan terkadang dia membawa batu bata saat bekerja untuk sekadar camilan. Dia akan tetap memakannya selama tidak mengalami masalah pada kesehatannya.

Pengalaman unik  sekaligus berbau mistis itu diceritakan Diki di kanal Malam Mencekam. Dalam ceritanya itu, Diki mengaku, genting dan batu bata buatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka adalah yang paling enak. “Pulen,” katanya. (yud/radarcirebon)

0 Komentar