Strategi Bela Negara untuk Menyiapkan Generasi Berkualitas di Era Society 5.0

Strategi Bela Negara untuk Menyiapkan Generasi Berkualitas di Era Society 5.0
0 Komentar

2. Lapisan Akhir Generasi X (kelahiran 1965 – 1980), Generasi Y (kelahiran 1981 – 1995) dan Generasi Z (kelahiran 1996 – 2010) yang merupakan generasi pemimpin bangsa dalam periode 2021 – 2045.

The Global North adalah sekumpulan 66 negara termasuk Singapura yang menguasai sekitar 80 persen GDP dunia sekalipun mereka hanya memiliki sekitar 20 persen populasi dunia. Sementara itu, the Global South terdiri dari 144 negara, termasuk Indonesia, yang menguasai hanya sekitar 20 persen GDP dunia sekalipun memiliki sekitar 80 persen populasi dunia. The Global South juga unggul dalam hal total wilayah negara dan sumber daya alam dibandingkan dengan the Global North. Dengan kata lain, sekalipun the Global South lebih unggul dibandingkan the Global North dalam hal kepemilikan akan kekuatan potensial bangsa, namun the Global North lah yang lebih unggul dalam hal kepemilikan akan kekuatan ril bangsa. Adapun kunci keberhasilan dari the Global North adalah unsur kualitas manusia sebagai faktor dan investasi utama (human as the capital of the nation) dari keberhasilan suatu bangsa untuk unggul di tingkat global dengan mengubah kekuatan potensial menjadi kekuatan ril bangsa, karena pada hakikatnya adalah kekuatan ril bangsa (dan tidak cukup hanya kekuatan potensial bangsa) yang dapat membawa suatu bangsa menjadi bangsa yang unggul dan pemenang di tingkat global.

Selanjutnya, untuk benar-benar bisa secara konsisten menjadikan manusia Indonesia sebagai faktor utama kemenangan bangsa ke depan maka harus ada kepercayaan yang mengakar di seluruh komponen bangsa bahwa “kelahiran satu manusia Indonesia adalah representasi yang tidak terbatas dari masa depan bangsa itu sendiri.” Dari pelajaran ini maka strategi bela negara ke depan harus difokuskan untuk bagaimana menciptakan generasi mendatang (lapisan akhir generasi X, generasi Y, dan generasi Z yang semakin semakin terintegrasi pola pikir dan pola tindaknya dengan domain siber dan pertukaran informasi di tingkat global) sebagai subyek pembangunan, pengamanan, dan penggunaan seluruh lapisan ruang siber yang memberikan dampak positif terhadap upaya strategis mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat global. Upaya ini harus dilakukan dengan prinsip totalitas pertahanan semesta melalui kerangka sinergis Quad-Helix yang melibatkan sektor pemerintahan, usaha, akademisi, dan komunitas siber yang melakukan serangkaian fokus area kerja sebagaimana dijabarkan di dalam Strategi Keamanan Siber Nasional Republik Indonesia.

0 Komentar