SMKN 15 Bandung Akan Mulai PTM Terbatas Oktober Mendatang

BANDUNG – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 15 Bandung melaksanakan Kegiatan vaksinasi bagi siswanya.

Kegiatan vaksinasi bagi siswa SMK Negeri 15 menargetkan sebanyak 1.000 peserta untuk dosis pertama. Vaksin yang diberikan berjenis Sinovac. Sementara itu, tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas berasal dari Puskesmas Talaga Bodas.

Kepala SMKN 15 Bandung, Rini Ambarwati mengatakan, setelah kegiatan vaksinasi ini, sekolah akan menyelenggarakan PTM pada 4 Oktober nanti.

“Rencana kita setelah adanya vaksinasi ini, akan melaksanakan tatap muka tanggal 4 Oktober. Tentunya tanpa menghilangkan Protokol Kesehatan,” ujarnya saat ditemui di SMKN 15 Bandung, Jl. Gatot Subroto, Kamis (23/9).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Rini mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah menyiapkan fasilitas terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di SMKN 15 Bandung.

“Kita sudah menyiapkan segala sesuatunya. Seperti sehabis kegiatan, kita akan lakukan penyemprotan disinfektan,” ucapnya.

Dalam rangka antisipasi dan menghindari terjadinya cluster Covid-19 di kalangan pelajar saat PTM, dia menambahkan, sekolah sudah membentuk Satuan Gugus Tugas Covid-19 (Satgas Covid-19). Tim Satgas nantinya akan mengimbau dan menjaga agar siswa serta tenaga kependidikan disiplin menerapkan prokes.

“Kita sudah menyiapkan Satgas Covid. Dan itu ditugaskan mobile untuk terus mengingatkan kepada anak-anak (siswa) untuk tetap prokes,”tuturnya.

 

Inovasi dalam PTM Terbatas

Kepala SMKN 15 Bandung juga mengungkap metode baru yang akan mereka terapkan dalam PTM terbatas. Sekolah menyiapkan metode peralihan agar siswa tidak shock kembali belajar tatap muka setelah sekian lama belajar via daring. Sehingga, saat PTM nanti, siswa tidak akan langsung belajar, tetapi mulai dengan metode games terlebih dahulu.

Rini menilai, memulai belajar dengan metode games yang menyenangkan bisa membuat siswa lebih siap dan tidak shock saat akan belajar.

“Jadi nanti pas tatap muka, kita juga tidak akan langsung masuk belajar dalam materi. Tapi nanti ada games dulu supaya anak-anak imunnya tetap terjaga, dan tidak shock gitu. Karena selama ini mereka berada di dalam anak-anak kaum rebahan,” ujarnya.

Sampai saat ini, vaksinasi bagi siswa SMKN15 sudah mencapai angka 50 persen. Sedangkan untuk siswa lainnya, Rini mengatakan, akan mengikuti vaksinasi di tingkat wilayah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan