DPP LDII: HUT Kemerdekaan RI Mengingatkan Tanpa Pancasila Kita Rapuh

DPP LDII: HUT Kemerdekaan RI Mengingatkan Tanpa Pancasila Kita Rapuh
0 Komentar

Untuk itu, dibutuhkan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh ormas sebagai bentuk lembaga demokrasi di Indonesia untuk mewujudkan Demokrasi Pancasila, untuk memperkuat ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.

“Ormas harus menciptakan aktivitas dan program kegiatan dengan pesan yang bersifat ideologis, menerjemahkan ideologi dan wawasan kebangsaan Indonesia, menjaga konsistensi ideologi ormas, menanamkan ideologi dan wawasan kebangsaan kepada para anggotanya,” urainya.

Strategi lainnya adalah, dengan melakukan sinergi antara pemerintah dengan ormas melalui internalisasi dan penguatan nilai Pancasila, memerangi paham dan ideologi radikal, membangun sumber daya manusia berkualitas tinggi, memupuk dan memperkuat rasa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air, membangun dan mengembangkan organisasi yang bersih dan kuat, serta mempersiapkan diri untuk menyikapi pengaruh globalisasi secara arif dan bijaksana.

Baca Juga:30 Penyandang Disabilitas di Cimahi Jalani Vaksinasi Covid-19Ormas XTC Indonesia Berikan Edukasi Hukum ke Anggota

“Semua permasalahan nasional yang melanda negara Indonesia ini, dapat diselesaikan apabila kita kembali mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pelibatan ormas dalam srategi penguatan pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan langkah tepat karena ormas adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” simpulnya.

Di akhir penyampaiannya, Drajat berharap sinergi antara pemerintah dan ormas akan menjadi strategi tepat dalam penguatan pembinaan ideologi Pancasila di masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat, Dicky Harun menambahkan, pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian merupakan kewajiban bagi masing-masing warga negara Indonesia sebagai ungkapan rasa syukur kepada para pejuang kemerdekaan dan untuk meneruskan perjuangan dalam melawan hal-hal yang merusak disintegrasi bangsa.

“Saat ini miris sekali karena banyak beredar berita-berita bohong yang merusak nilai ketahanan bangsa. Mari kita berjuang melawan hoaks, karena penjajahan masa kini bentuknya bukan seperti dulu, namun berupa provokasi dan hasutan yang memecah belah bangsa,” pungkasnya. (*)

0 Komentar