859 KK Warga Desa Cilayung Sumedang Sudah Terima Bantuan Kemensos

Proses pembagian bansos dari Kemensos di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Senin (2/8).
Proses pembagian bansos dari Kemensos di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Senin (2/8).
1 Komentar

SUMEDANG – Pihak Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang telah menyalurkan bantuan untuk warga dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Diketahui, Kementerian Sosial telah mengalokasikan dana sebesar Rp 15,1 triliun untuk bantuan sosial (bansos) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

KPM tersebut berhak mendapat bansos uang tunai dan beras, ketika telah dinyatakan resmi serta terdaftar di database Kemensos.

Baca Juga:Senilai Rp63 Miliar, Dana Refocusing Tahap I Penanganan Covid-19 Kota DepokHasil CPNS di Kota Cimahi, 2.443 Orang Lolos Seleksi Administrasi 

Kemudian, bantuan tersebut nantinya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia ke setiap desa-desa atau kelurahan.

“KPM yang menerima beras 10 kilogram dari Kemensos di Desa Cilayung ada 859 KK (Kepala Keluarga),” kata Dedeng Saepurohman kepada Jabar Ekspres, Selasa (3/8).

Penyaluran paket beras tersebut juga sebagai upaya pemerintah supaya warga dapat bertahan dalam melewati pandemi Covid-19 terutama di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dedeng mengaku, pembagian beras tersebut sangat bermanfaat bagi warganya terutama mereka yang terdampak PPKM Darurat hingga Level Empat.

“Dalam pelaksanaan pembagian bansos itu dibagi jadi dua tahap. Itu dilakukan agar tetap menjaga supaya tidak jadi kerumunan saat pandemi ini,” ujar Dedeng.

Ia menerangkan, pelaksanaan pembagian paket beras dilakukan di GOR supaya kapasitas ruangan cukup besar.

“Warga yang mendapat bantuan tidak menunggu di lokasi, tapi diberi tahu dulu oleh masing-masing RT atau RW lewat telpon, biar gak ngumpul,” pungkasnya.

Baca Juga:Ma’soem University, Menuju Perguruan Tinggi Bermutu dengan Karakter Cageur, Bageur, PinterRaffi Ahmad Sempat Diprotes Jadi Presenter, Begini Ceritanya

Dalam pemaparannya, Dedeng menjelaskan, proses pembagian juga dilakukan dengan strategi meminimalisir mobilitas guna menjaga protokol kesehatan.

“Kalaupun mereka datang tetap tidak ada kontak bodi. Pintu masuk dan keluar itu beda tidak sama, dan prokes ketat tentunya,” imbuh Dedeng.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pembagian paket beras, dijelaskan Dedeng, dibagi menjadi dua hari.

“Biar gak kerumun dan petugas juga biar gak terlalu cape. Dari hari Minggu kemarin tanggal 1 Agustus sama hari Senin tanggal 2, jadi dua hari pelaksanaan,” tutur Dedeng.

“Beras ini digunakan untuk meringankan masyarakat, misalkan para pedagang, yang selama ini tidak boleh berjualan, atau tukang ojek, yang tidak bisa bekerja karena pandemi ini dan banyak manfaat buat masyarakat, alhamdulillah,” tutupnya. (bas)

1 Komentar