oleh

Perlu ada Sosialisasi, Sebagian Orangtua Masih Takut Anaknya Divaksin

CIMAHI – Informasi terkait penyuntikan vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 12-17 tahun hal ini tampaknya masih perlu disosialisasikan.

Sebab, banyak kabar burung terkait efek samping yang sampai sakit hingga meninggal. Maka dari itu, masih ada beberapa orangtua siswa yang tidak ingin anaknya divaksin karena akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono mengatakan, sudah disepakati dengan pihak Dinkes Cimahi bahwa sasaran usia anak penerima dosis vaksin diidentikan dengan usia anak sekolah yakni dari SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Jika, ada anak usia 12 atau 13 tahun yang masih duduk di bangku SD akan dinantikan.

Baca Juga:  Suntik Vaksin Anak Akan Digelar Inggris, Anggota Parlemen Menentang

“Jadi yang dimaksud usia 12 sampai 17 tahun itu adalah anak yang hari ini duduk di SMP dan hari ini duduk di SMA Sederajat, kita batasi bahwa usia itu identik dengan sekolah,” kata Harjono, Rabu (28/7).

“Jadi kalau misalkan ada orangtua yang mempunyai anak di usia 12 tahun tapi masih duduk di bangku SD. Nanti tunggu dulu, karena yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan. Jadi kami menyiapkan SMP dan mengajak MTs serta menyiapkan informasi juga ke SMA/SMK dan MA untuk vaksin,” paparnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga