oleh

Tak Ada Tim Pemusalaraan Jenazah Covid-19 di Kecamatan Bojongsoang

Akhirnya masyarakat menuntut desa, lalu perangkat desa dan Puskesos pun pada ujungnya yang turun tangan.

“Apabila terus menerus seperti ini, yang dikhawatirkan rekan-rekan saya terpapar Covid-19, maka kita mau bagaimana menjalankan pemerintahan desa. Namun, ketika masyarakat mengeluhkan maka kita pun tetap harus turun tangan, dan tak bisa membiarkan begitu saja,” jelasnya.

Selama ini, kata Agus, apabila ada pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dan meninggal dunia, pihaknya hanya menggunakan kantung jenazah, tanpa menggunakan peti mati.

Baca Juga:  Telah Capai 129 Juta Dosis, Jumlah Distribusi Vaksin Bio Farma

“Kita juga sudah berinisiatif akan membuat peti mati dan menawarkan kebeberapa pengrajin kayu yang ada di desa Lengkong, tetapi mereka pada tidak mau, karena menurut mereka takut terbawa sial dan segala macamnya,” ungkap Agus.

Oleh karena itu, kita berharap kepada pemerintah kabupaten agar membuat satgas khusus untuk pemusalaraan jenazah Covid-19 di setiap kecamatan, untuk pasien Covid-19 yang meninggal yang melaksanakan sedang Isoman.

Baca Juga:  Kembangkan Potensi Ekonomi, Desa Citaman Bandung Gencarkan Hal Ini

“Jangan sampai berdiam diri seperti ini, ketika masyarakat mengalami kepanikan dan galau seperti ini, kita harus bagaimana,” ujarnya.

Selain itu, kata Agus, rekan-rekan yang sekarang menjadi relawan di desa Lengkong pun sekaligus merangkap sebagai puskesos dan perangkat desa, yang setiap harinya harus ketemu dengan pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan Isolasi Mandiri, dengan memberikan oksigen, makanan, oximeter, menjadi sopir ambulans dan sekaligus pemusalaraan jenazah Covid-19.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga