Kantor berita Swedia TT mengatakan teknologi Kaseya digunakan oleh perusahaan Swedia Visma Esscom, yang mengelola peladen dan perangkat untuk sejumlah bisnis Swedia.
Layanan kereta api negara bagian dan jaringan apotek juga mengalami gangguan.
“Mereka terpukul dalam berbagai tingkatan,” kata kepala eksekutif Visma Esscom Fabian Mogren kepada TT.
Baca Juga:Tak Ada Tim Pemusalaraan Jenazah Covid-19 di Kecamatan BojongsoangKenang Sosok Jane Shalimar, Begini Kata AHY
Menteri Pertahanan Peter Hultqvist mengatakan kepada televisi Swedia bahwa serangan itu “sangat berbahaya” dan menunjukkan bagaimana badan-badan bisnis dan negara perlu meningkatkan kesiapsiagaan mereka.
“Dalam situasi geopolitik yang berbeda, mungkin aktor pemerintah yang menyerang kita dengan cara ini untuk melumpuhkan masyarakat dan menciptakan kekacauan,” katanya. (antara)
