Pesan Waisak 2565 TB: Eling dan Waspada Membangun Kepedulian Sosial, Hidup Penuh Kasih Semesta

Seorang ibu sedang melakukan ritual berdoa dalam perayaan Hari Raya Waisak, Vihara Tanda Bhakti, Rabu (26/5).(Intan Aida/Jabar Ekspres)
Seorang ibu sedang melakukan ritual berdoa dalam perayaan Hari Raya Waisak, Vihara Tanda Bhakti, Rabu (26/5).(Intan Aida/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG – Hari Raya Waisak merupakan hari raya yang paling bermakna bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting.

Yakni hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan sempurna dan hari parinibbana atau mangkatnya Guru Agung Umat Buddha, Buddha Shakyamuni.

Sejumlah Umat Buddha Kota Bandung merayakan Hari Raya Tri Waisak 2565 Tahun Buddhis di Vihara Tanda Bhakti, Bandung. Jumlah umat yang hadir dibatasi sekitar 30 persen dari kapasitas.

Baca Juga:Kader Golkar di KBB Minta Mahkamah Partai Segera Keluarkan Keputusan untuk Ketua Definitif241 Minimarket di KBB Belum  Berizin, Disperindag  Lebih Memilih Jalur Pendekatan, Loh Ada Apa Ini?

Di masa pandemi ini, perayaan Waisak di Vihara Tanda Bhakti hanya diikuti oleh pengurus vihara dan beberapa umat dan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Sebelum proses ibadah ini dilakukan, Umat Budha yang datang ke vihara menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan. Dimulai dengan pengecekan suhu tubuh, kemudian menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, dan wajib memakai masker.

Menurut Pemimpin Sembahyang, Heny, 44, selama ibadah mereka tetap mengikuti anjuran dari pemerintah, di mana yang hadir kurang dari 30 orang.

“Hari ini hanya sekitar 30 orang dari kapasitas 100 orang. Kemarin, saat persiapan ibadah hanya dihadiri pengurus sebanyak 20, ternyata ada beberapa orang yang datang,” ujar Heny, di Vihara Tanda Bhakti (26/5).

Heny mengatakan, perayaan Waisak di kala pandemi masih sama seperti sebelumnya, dengan membatasi jumlah pengunjung dan tidak menimbulkan keramaian. Sembahyang dilakukan secara sederhana. Namun, hal itu tidak mengurangi kekhusyukan dan fokus dalam berdoa.

Dalam perayaan Waisak tahun ini, Umat Vihara Tanda Bhakti mengambil tema ‘Eling dan Waspada Membangun Kepedulian Sosial’ yakni sesuai dengan pesan Waisak 2565 TB 2021 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sangha Agung Indonesia.

“Melalui tema ini, semua umat Buddha diajak untuk mempraktikkan hidup sadar penuh dan kasih semesta, serta ajaran yang boleh dikatakan paling inti dari Buddha. Dengan Eling dan Waspada, sudah selayaknya umat Buddha di Indonesia menyadari dengan perhatian dan pemahaman sejati bahwa umat Buddha di Indonesia adalah bagian dari makhluk sosial yang tidak hidup sendiri,” tuturnya. (Mg5)

 

0 Komentar