oleh

Imbas Penutupan Wisata Pacira, Glamping Lakeside Merugi Hingga Rp 200 Juta Per Hari

RANCABALI – Menanggapi penutupan sementara objek wisata di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), di masa Pandemi Covid-19 ini, pengelola objek Gamping Lakeside, Marcelinus sangat mendukung kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah.

“Untuk penutupan objek wisata sebetulnya kita harusnya proporsional. Tapi kita juga mendukung kebijakan pemerintah sejak awal pandemi. Bahkan setiap hari, kita melakukan fogging disinfektan,” kata Marcelinus saat ditemui di objek wisata Glamping, Minggu (16/5).

Baca Juga:  Dua RT di Tangerang Terapkan Penutupan Akses Setelah 53 Warganya Positif COVID

Menurut Marcelinus, penutupan ini dikarenakan adanya foto dan video viral di media sosial terkait penumpukan kendaraan di wilayah Sadu, dan adanya kerumunan pengunjung di salah satu objek wisata pemandian di wilayah Rancabali.

“Sejak Sabtu (15/5) kemarin, di Glamping sepi pengunjung, ternyata di media sosial viral ada kemacetan di wilayah Sadu Soreang, dan kerumunan. Oleh karena itu, kami mendukung keputusan pemerintah, dan kami juga mendukung penutupan bagi yang melanggar,” kata Marcelinus.

Baca Juga:  Promosikan Ini, Menparekraf Sandiaga Uno Sampai Gandeng Cinta Laura

Saat disinggung terkait hilangnya penghasilan sebagai dampak penutupan, Marcel pun mengaku, biasanya pas libur Idul Fitri penghasilan melonjak, namun pada liburan saat ini penghasilan rugi hingga Rp 100 hingga Rp 200 juta perhari.

“H+1 lebih ramai ketimbang H+2. Dari hasil rekap tiket, H+2 hanya ada 900 orang dari kapasitas 10.000 orang,” jelasnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga