oleh

Telan Anggaran Rp 18 Miliyar Alun-alun Majalengka Berubah Wajah

Tribune penonton dan tempat berkumpul masyarakat ada di bagian timur alun-alun. Di bagian tengah, ada air mancur yang membuat alun-alun tampak lebih indah dan menarik.

“Ini akan membedakan alun-alun dengan tempat lain karena di sini ada roh atau jiwa yaitu budaya tanah yang akan menjadi khas terakota dan lainnya,” ucap Kang Emil.

Menurut Kang Emil, pedagang kaki lima di sekitar Alun-alun Majalengka pun difasilitasi dengan menghadirkan gerai di lokasi strategis. Kemudian ada perpustakaan yang representatif.

“PKL diwadahi karena ini adalah contoh inklusivitas ekonomi,” katanya.

“Antusiasme masyarakat akan luar biasa, maka tolong dimonitor, buat tim khusus pengawas alun-alun, saya harap semua menghargai karena kondisi sekarang sedang kurang kondusif,” imbuhnya.

Ditempat sama, Bupati Majalengka Karna Sobahi menuturkan, kehadiran wajah baru Alun-alun Majalengka akan memfasilitasi warga untuk berekspresi. Selain sisi hiburan, komunitas One Day One Juz juga sudah akan beraktivitas di alun-alun.

Ornamen bata merah sebagai ciri khas alun-alun di Kabupaten Majalengka
Ornamen bata merah dan genteng sebagai ciri khas alun-alun di Kabupaten Majalengka didesai begitu apik sebagai sarana publik

“Kehadiran alun-alun ini tentu akan memfasilitasi warga berekspresi, hiburan, area diskusi bahkan ada kelompok ODOJ di rumput sintetis ini,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga