oleh

Nasib Industri Buku di Ujung Tanduk, JJ Rizal Sarankan Pemerintah Bentuk Dewan Perbukuan Nasional

Menurut Rizal, salah satu kendala terbesar yang kini dialami para lembaga produsen buku ialah masalah distribusi.

Diakui Rizal, masalah distribusi ini terjadi akibat minimnya infrastruktur yang tersedia. Terlebih, infrastruktur yang terbatas itu pun faktanya masih juga dimonopoli oleh segelintir orang.

“Karena infrastruktur untuk perbukuan Indonesia itu bukan hanya sedikit tapi juga di monopoli membuat kita kesulitan mengikuti aturan main yang diterapkan oleh mereka. Nah jadi problem terbesar dari perbukuan yang kita hadapi adalah distribusi sebenarnya, nah jadi bagaimana menyebarkan buku ini yang menjadi masalah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemerintah Dinilai Ingkar Janji Soal Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Menkes

Jawaban atas permasalahan itu, lanjut Rizal, bergantung pada kemauan politik elit. Jika mereka masih menganggap penting industri perbukuan nasional yang merupakan penyangga bagi tumbuh dan berkembangnya iklim pendidikan dan pengetahuan di Indonesia, maka solusinya membentuk semacam Dewan Perbukuan Nasional.

Dikatakannya, Dewan ini lah yang nantinya bertugas menghidupkan Perpustakaan Umum Daerah, menunjang seluruh Perpustakaan Universitas, mengevaluasi seluruh koleksi mereka, dan mengirimkan buku-buku yang bisa menyumbang bagi pengayaan mental dan khasanah pengetahuan warga.

Baca Juga:  TV Analog Akan Dinonaktifkan, DPR: Bukan Waktu yang Tepat untuk Tambah Beban Rakyat

“Jadi kalau Presiden mau, bukan kebijakan menggratiskan ongkos kirim buku, tapi menghidupkan kembali perpustakaan, kemudian membuat dewan kuratorial buku nasional yang bertugas mengevaluasi perpustakaan umum daerah dengan koleksinya,” papar Rizal.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga