oleh

Gubernur Jatim: Data Kerusakan dari Warga Harus Lengkap

JAKARTA – Akibat gempa yang terjadi Sabtu lalu pada (10/4) di kabupaten Malang, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum (fasum). Beberapa masjid, gereja, pura, dan sekolah juga dilaporkan rusak.

Upaya perbaikan terhadap fasum-fasum itu kini mulai disusun Pemkab Malang. Bupati Malang Sanusi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah menyiapkan dana belanja tidak terduga (BTT) Rp 6,5 miliar. Dia menyebutkan, anggaran itu bakal dikeluarkan ketika sudah ada kepastian bahwa pemerintah pusat tak memberikan bantuan. (13/4).

Baca Juga:  Bencana Alam Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Sukabumi

”Kami lihat dahulu dari pusat (sikapnya bagaimana). Nanti kalau memang perlu (tambahan) dari APBD, akan kami gelontorkan,” kata Sanusi seusai rapat koordinasi tanggap bencana di Pendapa Kabupaten Malang kemarin.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Presiden Joko Widodo menginginkan recovery bangunan rumah selesai dalam dua bulan ke depan. Keinginan itu disampaikan pada rakor bersama secara virtual.

Khofifah mengakui bahwa harapan tersebut bisa terwujud asal data dari warga lengkap dan jelas. ”Karena itu, saya selalu menekankan agar inventarisasi dan identifikasi ini segera tuntas,” ungkap Khofifah yang bersama rombongan kemarin mengunjungi daerah terdampak gempa di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Lumajang.

Baca Juga:  Bupati Garut Minta Masyarakat Harus Mewaspadai Bencana Hidrometeorologi

Mantan menteri sosial itu juga meminta aparat desa transparan. Data warga dipajang di balai desa. Jadi, warga bisa melihat apakah nama mereka sudah masuk daftar tersebut. Lalu, antarwarga bisa saling mengecek kebenaran kondisi dan status rumahnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga