oleh

Inilah Penyebab Harga Solar Impor Lebih Murah dari Pertamina

JAKARTA – Pengamat Energi Inas N Zubir mengaku heran dan merasa ada yang tak wajar pada bisnis BBM solar di Indonesia. Bagaimana tidak, harga solar swasta yang didapatkan dari impor, harganya bisa lebih murah dari harga jual solar produksi Pertamina alias produk lokal.

Mantan Ketua Komisi VI DPR itu pun berhitung, solar impor yang kemudian terkena beban biaya distribusi, landed cost, PPn, PPh dan PBBKB, dimana selayaknya dijual dengan harga Rp10.825 per liter, justru ditemukan di lapangan dijual dengan harga Rp7.650 per liter. Hal itu disebutnya tidak masuk akal dan aneh. Padahal harga jual solar Pertamina non-subsidi saat ini mencapai Rp9.600 per liter.

“Harga yang seharusnya itu Rp10.825 itu harga seharusnya. Tapi yang lucunya, saya baru lihat di Tokopedia, bisa jual Rp7.650 per liter. Saya lihat di Bukalapak ada yang jual Rp8.000. Pertanyaan saya, ini gila. Apa mungkin dengan biaya-biaya itu menjual dengan harga Rp7.650 per liter. Kalau dia jual Rp7.650.per liter, harga tanpa landed cost nya saja Rp6.548 per liter, maka berapa marginnya? Cuma Rp300 per liter, itu belum termasuk biaya distribusi dan logistik. Jadi pertanyaan saya adalah, darimana mereka mendapatkan solar murah?,” ujar Inas dalam diskusi virtual, Kamis (8/4).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga