oleh

Disnakertrans Jabar Sebut Program Kartu Prakerja Tak Dimanfaatkan dengan Baik

BANDUNG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Rachmat Taufik Garsadi mengatakan, banyak penerima Program Kartu Prakerja yang tidak memanfaatkan dana pelatihan dengan baik.

“Anggaran untuk pelatihan banyak yang tidak terserap pada 2020. Sedangkan, nominal untuk mengikuti pelatihan dalam program Kartu Prakerja mencapai Rp 1 juta,” kata Taufik di Kota Bandung, Kamis (8/4).

“Jika tidak mengikuti pelatihan, insentif biaya mencari kerja maupun biaya sebesar Rp600 ribu selama empat bulan tidak bisa diambil, dan penerima tidak dapat mengikuti program untuk gelombang berikutnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bamsoet Apresiasi Langkah Sean Gelael di FIA World Endurance Championship 2021

Taufik menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian No. 11 tahun 2020, batas waktu membeli pelatihan Kartu Prakerja hanya berlaku selama 30 hari setelah penetapan.

“Jika dana pembelian pelatihan tidak digunakan dan melewati batas waktu yang ditentukan maka konsekuensinya status kepesertaannya dicabut,” jelasnya.

Kendati begitu, guna meningkatkan kesadaran penerima akan pentingnya pelatihan dan sertifikasi kompentensi. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan menyosialisasikan tahapan pelatihan secara masif.

Baca Juga:  Puncaki 'Chart' Netflix Jepang, Berikut Ini Sisi Menarik Anime 'The Way of the Househusband'

“Selain melalui media sosial, media massa, maupun media informasi seperti billboard milik Pemda Provinsi Jabar yang tersebar di kabupaten/kota, sosialisasi bakal dilakukan via aplikasi Sapa Warga,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga