oleh

Kapolri Minta Maaf Atas Edaran Surat Telegram Terkait Pelarangan Menyiarkan Arogansi Aparat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kontroversi Surat Telegram Rahasia terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian. Menurut dia telah terjadi kesalahpahaman atas maksud sesungguhnya telegram dikeluarkan.

Sigit mengatakan, telegram tersebut pada awalnya ditujukan untuk mengingatkan anggota Polri tidak lagi berbuat arogan. Sebab, selama ini masih kerap terjadi adanya perilaku anggota yang tidak sebagaimana mestinya.

“Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. Oleh karena itu, tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4).

Sigit menuturkan, di era sekarang keterbukaan informasi sudah menjadi hak publik. Seluruh perbuatan setiap anggota Polri akan menjadi sorotan. Oleh karena itu, apabila ada satu anggota yang bertindak di luar batas, maka akan mencoreng nama baik institusi.

“Karena itu saya minta agar membuat arahan supaya anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan, jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan, masih sering terlihat anggota tampil arogan dalam siaran liputan di media. Hal-hal seperti itu agar diperbaiki sehingga tampilan anggota semakin terlihat baik, tegas namun humanis,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga