GeNose C19 Mulai Dipakai di Empat Bandara Ini, Begini Tahapan untuk Mendapatkannya

Setiap bandara yang menerapkan penyaringan GeNose C19 telah melakukan uji coba sebelumnya selama lebih kurang 3 minggu.

Untuk Bandara Husein Sastranegara, saat ini dapat melayani sekitar 400 orang per hari untuk tes GeNose C19. Pada tahap awal ini jumlah penumpang pesawat yang menggunakan tes GeNose C19 bisa mencapai sekitar 10 persen hingga 15 persen dari total penumpang pesawat yang berangkat.

Tidak seperti tes RT-PCR atau rapid test antigen yang pemeriksaannya dapat beberapa hari sebelum keberangkatan, pemeriksaan GeNose berlangsung di bandara pada hari yang sama sebelum keberangkatan pesawat.

 

Tahapan untuk mendapatkan layanan GeNose C19

Ada 3 tahapan sebelum calon penumpang pesawat mendapatkan layanan GeNose C19.

Pertama, pre-process. Pada tahap ini calon penumpang harus mengunduh dan mendaftar aplikasi Airport Health Center, verifikasi email, dan mengisi profil di aplikasi. Calon penumpang kemudian melakukan pemesanan tes dan membayar.

Kedua, tahap on-process. Calon penumpang akan diverifikasi, mendapat kantong napas dan lalu pengambilan sampel napas oleh petugas. Kemudian scan QR code data serta kantung napas, dan analisa sampel napas.

Penggunaan Sistem Tes GeNose C19 akan Menjadi  Syarat Terbang, Bandara Husein Satranegara Lakukan Simulasi

Tahap terakhir yakni post-process. Pada tahap ini hasil tes keluar melalui aplikasi. Ketiga tahapan tersebut berlangsung hanya sekitar 10 menit. Terhitung dari pertama kali mengunduh aplikasi Airport Health Center hingga hasil tes keluar. Sebagai langkah antisipasi apabila penumpang pesawat tidak memiliki smartphone, pihak pengelola bandara akan menyediakan help desk untuk melakukan pelayanan.

Nantinya, hasil dari GeNose C19 ini juga bisa diinput secara digital ke aplikasi eHAC, sebagaimana juga hasil rapid test dan PCR test yang bisa melalui aplikasi eHAC. (antaranews)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan