oleh

Impor 150 Ribu Ton Gula, Pemerintah Tuai Protes

JAKARTA – Impor gula yang dialokasikan pemerintah pada 2021 menuai protes sejumlah pihak. Pasalnya, sebanyak 646.000 ton gula hasil olahan gula mentah ditambah dengan 150.000 ton Gula Kristal Putih (GKP) dinilai sangat berlebihan. Pasalnya menurut Budi, stok gula sejatinya mencukupi hanya dengan tambahan 646.000 ton impor yang dilakukan pabrik gula. Hal ini mengingat stok akhir pada akhir 2020 mencapai 804.000 ton.

“Seharusnya sudah ada evaluasi sebelum izin dikeluarkan dan perlu dicermati di mana stok ini berada sehingga bisa diantisipasi lama distribusinya barang tersebut ke lokasi yang dituju” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Budi Hidayat, kemarin (26/3).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikun mempertanyakan pemerintah memberikan izin impor gula mentah kepada pabrik gula dengan kondisi idle capacity. Terlebih dikatakannya juga, bahwa kemampuan produksi nasional mencapai 2,2 juta ton pada tahun ini dan stok bawaan 2020 yang tersisa sekitar 804.000 ton, maka produksi nasional sejatinya memadai

“Alasan idle capacity ini sudah salah. Seharusnya impor hanya dilakukan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri ketika produksi kurang,” tukas Soemitro. (fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga