Kemenkes Apresiasi Upaya Jabar Mempercepat Vaksinasi Covid-19

Kemenkes Apresiasi Upaya Jabar Mempercepat Vaksinasi Covid-19
Gubernur Ridwan Kamil saat meninjau vaksinasi massal untuk Lansia dan Tokoh Jawa Barat di Gedung Pakuan, Rabu (10/3) (Nurrani Rusmana/Jabar ekspres)
0 Komentar

“Vaksin Sinovac harus segera dihabiskan karena ada expire date (selama) enam bulan,” katanya.

“Kita kejar target lansia sehingga angka kematian bisa diturunkan secara drastis dan semua beban rumah sakit (dapat ditekan). Masyarakat dan keluarga bisa tertangani. Jadi lansia ini memiliki posisi penting untuk dilakukan percepatan vaksinasinya,” tambahnya.

Gubernur Jabar Manfaatkan Gedung Pakuan untuk Percepat Vaksinasi

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan memanfaatkan gedung-gedung besar sebagai tempat penyuntikan vaksin COVID-19. Tujuannya untuk mempercepat dan memperluas cakupan sasaran vaksinasi.

Baca Juga:Reuni Mantan! Taylor Swift Ketemu Harry Styles di Grammy Awards 2021, Begini Spekulasi FansPermudah Keperluan Administrasi Warga, Kelurahan Melong Pasang Pelayanan Hotline via Whatsapp

“Salah satunya rumah dinas (Gedung Pakuan), saya relakan untuk jadi tempat vaksinasi masyarakat,” kata Kang Emil.

“Jabar harus sukses vaksinasi dan kami sudah menghitung kalau hanya mengandalkan Puskesmas, tidak akan cukup. Maka, kami manfaatkan gedung-gedung besar,” imbuhnya.

Vaksinasi massal di Gedung Pakuan sudah mulai sejak Kamis (11/3). Lansia, tokoh masyarakat, tokoh agama, sampai pensiunan, menjadi target sasaran vaksinasi massal tersebut.

Pada hari ini, vaksinasi massal di Gedung Pakuan menargetkan lansia dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar.

Kang Emil berharap penyuntikan bagi PWNU Jabar selesai hari ini.

“Hari ini kami maksimalkan para pengurus PWNU Jabar yang jumlahnya banyak. Kami selesaikan di hari ini,” ucapnya.

“Untuk para ulama yang lain, kami akan atur jadwalnya sampai memenuhi target 6 juta orang di bulan Juni,” tambahnya.

Jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, ada 4.403.984 lansia yang jadi target, sementara petugas publik mencapai 2.195.215 orang.

Baca Juga:Kemenag Optmiskan Ibadah Haji Bisa Diberangkatkan Ditengah PandemiTerkait Efek Samping, Dinkes: Tidak Ada Efek Samping Jika Terlambat Melakukan Vaksinasi Tahap Kedua

Selain itu, Kang Emil mendorong bupati/wali kota di Jabar untuk meminjamkan rumah dinasnya sebagai tempat pelayanan vaksinasi. Ia juga meminta institusi yang memiliki gedung besar untuk meminjamkan tempatnya. (antaranews)

0 Komentar