oleh

Ketua Umum Moonraker Indonesia Berikan Klarifikasi Terkait Anggotanya yang Jadi Korban Pengeroyokan

BANDUNG – DPP Moonraker Indonesia menyampaikan klarifikasi atas kejadian pengeroyokan yang dilakukan oknum anggota XTC terhadap anggotanya Moonraker yang terjadi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 28 Februari lalu.

Aksi pengeroyokan tersebut telah menewaskan anggota Moonraker Indonesia berinisial IG dan melukai dua orang korban lainnya, JN dan DS.

Korban berinisial JN mengalami luka-luka tusuk di pinggang sebelah kanan dan di punggung tengah, serta luka sobek di alis sebelah kanan dan di punggung kiri atas.

Sementara DS mengalami luka sobek di kepala bagian kanan dan luka sobek di atas mulut sebelah kiri.

Pihak Moonraker Indonesia memberikan klarifikasi dan meluruskan anggapan bahwa kejadian tersebut bukanlah bentrokan, melainkan pengeroyokan.

“Bukan bentrokan, tapi pengeroyokan. Secara logika saja, 1 dipukuli 10 orang maka pengeroyokan. Dalam hal pengeroyokan maka korban hanya di satu pihak, yaitu yang dikeroyok. Jadi tidak tepat korban dari dua pihak,”tutur Pandjie Sindhubrata Rusdi, Ketua Umum Moonraker Indonesia  pada Jumat, (5/3) di Bandung.

Selain itu, ia juga menyampaikan bukti yang menguatkan bahwa tidak ada korban dari pihak terlapor, dalam hal ini oknum XTC.

“Hal lain yang menguatkan pernyataan ini adalah sampai saat ini tidak ada korban dari pihak terlapor dibuktikan dengan tidak ada LP(laporan polisi, red)-nya,”tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga