oleh

Ini Alasan Presiden Sangat Perhatikan Masalah Stunting, Dampaknya Sampai Dewasa

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan alasan mengapa “stunting” (kekerdilan pada anak)  menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

 

Penjelasan itu disampaikan Menko PMK seusai mengikuti rapat terbatas mengenai stunting dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

 

“Kenapa angka stunting menjadi perhatian dari bapak Presiden? Karena kita tahu bahwa kalau orang atau anak atau bayi sudah terlanjur kena stunting pada usia 1.000 hari awal kehidupan, maka perkembangan kecerdasannya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif,” kata Muhadjir di Jakarta, Senin, (25/1).

 

Dia mengatakan menurut Bank Dunia angka stunting angkatan kerja di Indonesia – angkatan kerja saat ini, yang masa bayinya atau masih dalam kandungan dan mengalami stunting – jumlahnya mencapai 54 persen.

 

“Jadi 54 persen angkatan kerja kita sekarang ini adalah mantan atau penyintas stunting dan inilah yang bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat sangat khusus berkaitan dengan masalah stunting ini,” katanya.

 

Dia mengatakan langkah yang akan diambil, sebagaimana disampaikan Presiden yaitu pertama membuat langkah-langkah konkret terukur hingga 2024 berdasarkan pemetaan stunting di Indonesia yang sudah sangat rinci dan jelas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.