oleh

Nyaris Ambruk, Atap Sekolah Ditopang Bambu

“Kita ketahui, anak-anak kita itu belajar daring di rumah hampir satu tahun selama pandemi. Maka ini perlu diantisipasi, sebab tidak menutup kemungkinan di sekolah lain terjadi hal yang sama,” tuturnya.

Politisi PDIP itu menjelaskan berdasarkan keterangan pihak sekolah, 4 ruang kelas di sekolah itu nyaris tidak pernah direhabilitasi setelah beberapa tahun lamanya didirikan.

Otomatis, kosongnya ruangan karena tidak ada aktivitas ditambah cuaca terbilang ekstrem belakangan ini, mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan. “Kita tidak ingin saat nanti KBM tatap muka dimulai, peserta didik malah dalam bahaya karena ruangan kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.

“Maka kita berencana menganggarkan supaya segera direhabilitas. Tadi pun Dinas Pendidikan turut berkunjung bersama kami ke sana. Semoga secepatnya bisa ditangani,” sambung Muslim.

Ia pun menegaskan eksekutif supaya memperhatikan hal-hal tersebut. Khawatir, ketika bangunan kelas dibiarkan lama kosong kemudian diisi kembali saat KBM tatap muka diberlakukan, justru timbul persoalan baru.

“Maka kita upayakan rehabilitasi Rp 200 juta untuk pengecatan, atap, dan lain-lain. Estimasi kami cukup insya allah agar bangunan segera aman ketika nanti mau dipergunakan,” harapnya. (igi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga